Tolak Klaim China, Wapres AS Kamala Harris Tekankan Jalur Bebas di Laut China Selatan
Wakil Presiden AS Kamala Harris. (Wikimedia Commons/Gage Skidmore)

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dijadwal untuk berkunjung ke Singapura dan Vietnam pada Agustus ini. Gedung Putih menyebut, ada beberapa yang menjadi fokus Wakil Presiden Harris.

Dalam kunjungan yang direncanakan berlangsung pada 22-26 Agustus ini, Wakil Presiden Harris disebut fokus pada membela aturan internasional di Laut Cina Selatan, memperkuat kepemimpinan regional AS dan memperluas kerja sama keamanan selama perjalanannya ke Vietnam dan Singapura kata seorang pejabat senior Gedung Putih.

Wakil Presiden Kamala Harris akan menjadi wakil presiden pertama Negeri Paman Sam yang mengunjungi Vietnam, saat Washington berupaya meningkatkan dukungan internasional untuk melawan pengaruh global China yang semakin besar.

Pejabat AS mengatakan, Washington melihat kedua negara sebagai mitra penting mengingat letak geografis, ekonomi, hubungan perdaganagn dan kemitraan keamanan seperti isu Laut China Selatan, di mana China melakukan klaim hampir secara keseluruhan'.

Vietnam menjadi penentang vokal klaim Laut China Selatan oleh China. Semenatara, negara-negara di kawasan tersebut 'menyambut' kehadiran militer AS ini, guna menghadapi militerisasi China, termasuk dengan pengerahan penjaga pantai dan penangkapan ikan yang diperluas.

"Kami tidak ingin melihat negara mana pun mendominasi wilayah itu atau mengambil keuntungan dari situasi kekuasaan untuk mengkompromikan kedaulatan negara lain," kata pejabat Gedung Putih itu, mengutip Reuters Rabu 4 Agustus.

"Wakil Presiden akan menekankan keberadaan jalur bebas untuk perdagangan, di seluruh Laut Cina Selatan, dan tidak ada satu negara pun yang boleh tidak menghormati hak orang lain," tegas pernyataan tersebut.

Sebelum Wakil Presiden Harris berkunjung, Menteri Pertahanan AS Llyod Austin sudah terlebih dahulu menyambangi Vietnam pekan lalu, untuk memperdalam kerja sama keamanan kedua negara. Sementara Menteri Austin, Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman menemui diplomat senior China bulan lalu, kendati tidak terlalu berhasil untuk meredakan ketegangan Washington dan Beijing.

Sementara pekan ini, Menlu Antony Blinken mengikuti serangkaian pertemuan virtual dengan negara-negara Asia Tenggara, dalam menghadapi hegemoni China. Kendati, dia juga menyatakan keprihatinan dengan memburuknya hubungan AS dan China, lantaran banyak negara yang ingin mempertahankan hubungan dengan Washington dan Beijing.

"Sangat penting bagi AS dan China untuk berusaha untuk terlibat satu sama lain untuk mencegah bentrokan, yang akan menjadi bencana bagi kedua belah pihak, dan dunia," tukas Menlu Blinken.

Untuk diketahui, Wakil Presiden Harris dijadwalkan berada di Singapura pada 22 Agustus, kemudian tiba di Vietnam pada 24 Agustus dan terbang kembali pada 26 Agustus.