Mandikan Jenazah Perempuan, 4 Pria Petugas RS di Sumut Jadi Tersangka Penistaan Agama
ILUSTRASI/PIXABAY

Bagikan:

MEDAN - Empat orang petugas RSU Djasmen Saragih, Pematang Siantar, Sumatera Utara, ditetapkan polisi sebagai tersangka. Keempatnya diduga melakukan penistaan agama. 

Kasus ini berawal dari Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Sumut. Dia melapor ke polisi karena tidak terima istrinya, Zakiah (50), yang meninggal di RSUD Djasamen Saragih, Minggu, 20 September 2020, dimandikan oleh 4 orang laki-laki pegawai rumah sakit. 

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan kasus ini sudah dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan. 

"Sudah di limpahkan ke kejaksaan," ujar Edi kepada wartawan.

Keempat perawat itu DAAY, ESPS, RS, dan REP, dikenakan Pasal 156 huruf a junto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara .

Edi mengatakan alasan pihaknya mengenakan karena permintaan dari laporan korban.

"Ya itu laporannya (dari keluarga korban). Bukan Reskrim yang buat," katanya.

Kasus ini menjadi perhatian di Pematang Siantar pada September lalu. Ketika itu Fauzi melakukan protes. Ia protes terhadap proses pemandian jenazah yang tidak sesuai syariat Islam ini direkam. 

"(Yang memandikan) dua orang beragama Islam dan dua orang beragama Kristen," jelas Fauzi dalam video yang beredar.