Menteri Pertahanan Sebut Israel Dukung Ukraina, Tapi Tidak akan Memberikan Bantuan Senjata: Pilih Kasih Ini
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. (Wikimedia Commons/IDF Spokesperson's Unit photographer)

Bagikan:

JAKARTA - Pejabat senior Israel memastikan negara itu mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia, bersedia memberikan tambahan bantuan dan peralatan kebutuhan Ukraina, tetap tidak memasok senjata.

Dalam pertemuan utusan Uni Eropa, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyebut negaranya bersama dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendukung Ukraina, tetapi tidak berniat memberikan senjata pertahanan udara seperti yang diinginkan Kyiv.

"Israel mendukung Ukraina, NATO dan Barat dan berdiri bersama mereka, ini adalah sesuatu yang telah kami nyatakan di masa lalu dan ulangi hari ini. Israel terus mendukung Ukraina melalui pengiriman bantuan kemanusiaan dan pasokan peralatan pertahanan yang menyelamatkan jiwa. Saya berencana untuk menyetujui paket (bantuan) tambahan, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya," ujar Menteri Gantz menurut layanan pers kementerian, melansir TASS 20 Oktober.

Pada saat yang sama, Menteri Gantz menunjukkan bahwa Israel masih bermaksud membatasi diri hanya untuk memberikan bantuan non-militer ke Kyiv.

"Pada saat itu, saya ingin menekankan bahwa Israel tidak akan memasok sistem senjata ke Ukraina karena sejumlah alasan operasional. Kami akan terus mendukung Ukraina dalam batasan kami, seperti yang telah kami lakukan di masa lalu," tandasnya.

Israel telah meminta Ukraina "untuk berbagi informasi tentang kebutuhan mereka akan peringatan pertahanan udara," kata Menteri Gantz kepada Duta Besar Uni Eropa, mengutip Reuters.

Kemudian Israel akan dapat "membantu dalam pengembangan sistem peringatan dini sipil yang menyelamatkan jiwa".

Kantor Gantz mengatakan dia akan berbicara dengan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov pada Hari Kamis.

Untuk menangkal serangan oleh Iran atau sekutu regionalnya, Israel memiliki jaringan radar yang memicu sirene atau peringatan ponsel untuk memperingatkan warga agar berlindung ketika rudal diluncurkan.

Teknologi peringatan dini serupa dapat ditawarkan ke Ukraina, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Israel.

"Israel memiliki kebijakan untuk mendukung Ukraina melalui bantuan kemanusiaan dan pengiriman peralatan pertahanan yang menyelamatkan jiwa," tetapi tidak akan mengirimkan sistem senjata, "karena berbagai pertimbangan operasional," kata Gantz kepada duta besar Uni Eropa.

Diketahui, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada Hari Selasa, negaranya akan mengirim pesan resmi kepada Pemerintah Israel, terkait permohonan bantuan sistem pertahanan udara untuk Ukraina.