Kongres AS Desak NASA untuk Tidak Menunda Program Pengembalian Sampel Mars
Kongres AS tidak setuju dengan penundaan misi pengembalian sampel Mars (foto: dok. Mars NASA)

Bagikan:

 

JAKARTA – Pada awal bulan ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ingin memperlambat jalannya program Pengembalian Sampel Mars (MSR) karena permasalahan dana.

Namun, rencana ini ditentang keras oleh enam anggota kongres. Mereka meminta NASA untuk tidak memperlambat program tersebut dan berusaha membujuk anggota kongres lainnya agar mengupayakan dana tambahan pada tahun 2024.

Pihak kongres, yaitu Senator Alex Padilla, Laphonza Butler, Perwakilan Adam Schiff, Judy Chu, Mike Garcia, dan Young Kim menyatakan dalam surat yang mereka keluarkan bahwa NASA telah membuat keputusan yang cukup picik.

Pasalnya, keputusan sepihak ini terlalu cepat dilakukan karena pihak kongres  belum selesai mengatur alokasi dana Tahun Anggaran 2024. Kongres merasa bahwa penundaan MSR akan membuat ratusan pekerjaan dan ilmu pengetahuan hilang.

Namun, titik penting dari program ini adalah persaingan strategisnya. Pihak kongres menekankan bahwa MSR bisa membuat Amerika unggul dalam penemuan di Mars, tetapi hal ini akan terhambat bila NASA menundanya.

Terlebih lagi, China dan Rusia juga sedang menargetkan eksplorasi di planet tersebut. Mereka tidak tahu negara mana yang akan mendapatkan hasil eksplorasi terbaik sehingga penundaan MSR akan sangat fatal.

“Misi MSR sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan teknologi ruang angkasa strategis, memenuhi tantangan keamanan nasional yang ditimbulkan oleh China, dan mempertahankan keunggulan kompetitif kita saat ini,” tulis perwakilan kongres dalam surat tersebut.

Sebagai informasi, pada 13 November lalu, pejabat NASA mengumumkan dalam pertemuan komite bahwa mereka telah meminta Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard, JPL, dan Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall untuk mengurangi aktivitas terkait MSR.

Pasalnya, rancangan dana yang diajukan oleh komite awalnya sebesar 949,3 juta dolar AS (Rp14 triliun), tetapi dana yang ditawarkan oleh senat sangat jauh dari perkiraan, yaitu hanya mencapai 300 juta dolar AS (Rp4 triliun).

“Sangat disayangkan kami harus mengambil keputusan ini. Namun, tujuannya adalah untuk memungkinkan pendanaan yang cukup untuk mendukung kami sepanjang tahun sehingga kami dapat terus mengerjakan dan merancang misi ini,” kata Wakil Administrator Asosiasi Bidang Sains NASA Sandra Connelly, dikutip VOI dari Spacenews.