Shopify Inc Luncurkan Alat Baru, Memungkinkan Perdagangan yang Langsung Terhubung ke Konsumen
Presiden Shopify, Harley Finkelstein, bisnis mereka ingin beralih dari penjualan langsung ke konsumen menjadi "terhubung ke konsumen", .(foto: twitter @harleyf)

Bagikan:

JAKARTA - Shopify Inc, telah meluncurkan alat baru untuk membantu pedagangnya menjual ke bisnis lain dan di platform Twitter. Ini dilakukan raksasa teknologi asal Kanada dalam upayanya menopang penjualan untuk melawan perlambatan perdagangan pascapandemi, khususnya dalam belanja online.

Lebih dari 100 alat baru diluncurkan pada Rabu, 22 Juni, termasuk yang untuk mendukung rencananya guna mendorong perdagangan ke bisnis-ke-bisnis, bagi pembeli untuk menghubungkan dompet kripto mereka ke toko dan fitur "Tap to Pay" Apple  di iPhone.

Shopify, yang membantu bisnis mendirikan toko online mereka, mendapat untung besar selama pandemi lalu karena merek global dan toko mom-and-pop sama-sama beralih ke penjualan online secara langsung ke konsumen saat toko mereka tutup.

Namun, dengan pembukaan kembali ekonomi, investor mulai mempertanyakan masa depan Shopify. Ini membuat saham perusahaan turun 76% tahun ini dan menghapus sebagian besar keuntungan mereka yang diperoleh selama pandemi.

Menurut Presiden Shopify, Harley Finkelstein, bisnis mereka ingin beralih dari penjualan langsung ke konsumen menjadi "terhubung ke konsumen", yang memudahkan orang berbelanja melalui platform media sosial dan membayar menggunakan ponsel mereka.

Finkelstein menyatakan, ini adalah jawaban Shopify untuk pelambatan yang meluas ke pasar grosir, jalan yang jauh lebih besar daripada penjualan langsung ke konsumen karena ada "miliaran pendapatan yang belum dimanfaatkan",

"Ini adalah fase ritel berikutnya ... Dalam banyak hal, berbelanja telah menjadi pilihan dengan dompet Anda untuk mendukung merek itu ... Dan itulah yang menurut saya terhubung dengan konsumen," ujar Finkelstein, seperti dikutip Reuters.

Dunia pascapandemi juga memberikan tantangan baru bagi Amazon, saingan terbesar Shopify, karena mengalami kerugian besar setelah membangun lebih banyak gudang daripada yang dibutuhkan selama booming.

Dalam podcast awal bulan ini, investor lama Shopify, Mawer Investment Management, Vijay Viswanathan, mengatakan akan menjual saham mereka di Shopify, karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan dan persaingan.

"Internet semakin ramai ... Menjadi semakin sulit untuk membenarkan penilaian, “ucapnya.