Bagikan:

JAKARTA - Seiring dengan kebijakan pelestarian dan teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di Eropa. Kehadiran kendaraan listrik menjadi salah satu kebutuhan di berbagai bidang.  

Seperti di bidang jasa transportasi daring berbasis aplikasi. Uber Technologies Inc., perusahaan transportasi dari asal Amerika Serikat pun secara bertahap mulai menggunakan armada kendaraan listrik.

Untuk memenuhi kebutuhan pasokan kendaraan listrik untuk armada Eropanya, Uber menggandeng produsen mobil terbesar kedua di Korea Selatan, Kia yang akan mengirimkan model terbaiknya untuk armada Uber

"Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mempromosikan adopsi EV dan perluasan infrastruktur pengisian EV di kota-kota besar Eropa," kata Kia dalam sebuah pernyataan seperti mengutip Korea Times Rabu 16 Juni. 

"Kia akan menyediakan Niro dan model elektrifikasi lainnya kepada pengemudi Uber dengan harga diskon di 20 negara Eropa," sambung pernyataan itu.

Kemitraan ini sejalan dengan rencana Uber untuk mengoperasikan lebih dari 100.000 kendaraan listrik di Eropa pada tahun 2025 dan menjadi platform mobilitas tanpa emisi pada tahun 2030.

"Uber bertujuan untuk membuat 50 persen dari total kilometer agregat perjalanan Uber di tujuh ibu kota Eropa - Amsterdam, Berlin, Brussels, Lisbon, London, Madrid, dan Paris didorong oleh EV pada tahun 2025," terang pernyataan itu.

Tak hanya itu, Kia juga menargetkan mampu meluncurkan 11 model listrik pada tahun 2026 dan menjual 880.000 mobil listrik murni pada tahun 2030.

Pada Bulan April, perusahaan afiliasinya, Hyundai telah bermitra dengan Uber untuk memasok ribuan model IONIQ Electric dan Kona Electric ke pengemudi Uber yang berbasis di Eropa.

Untuk diketahui, Hyundai dan Kia bersama-sama membentuk produsen mobil terbesar kelima di dunia berdasarkan penjualan.