Pernyataan Jusuf Kalla Cenderung Provokatif, Sebut Ekonomi Pincang Karena Hanya 1 dari 10 Orang Kaya Muslim
Jusuf Kalla (Foto: ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla (JK) menyampaikan hal tak terduga dalam acara silaturahmi yang digelar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Senin, 14 Juni kemarin. 

JK bilang, ekonomi umat Islam sedang pincang karena dari 10 orang kaya hanya satu di antara mereka yang muslim.

"Dari sisi ekonomi apabila ada 10 orang kaya, maka paling tinggi 1 orang muslim. Tapi apabila 100 orang miskin, setidaknya 90 umat yang miskin. Jadi pincang keadaan ekonomi kita," kata JK di depan Menteri BUMN Erick Thohir yang juga hadir dalam acara yang digelar secara virtual itu. 

Mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean turut mengomentari pandangan JK ini. Bagi Ferdinand, baik kaya maupun miskin tidak punya korelasi langsung dengan agama seseorang.

"Menjadi kaya itu bkn krn agamanya, tp krn kerja keras, ulet dan niatnya. Kalau pemalas, apapun agamanya pasti miskin," jelas Ferdinand lewat akun Twitter-nya @FerdinandHaean3, dikutip Selasa, 15 Juni. 

Ferdinand melanjutkan, JK harusnya tidak menghubung-hubungkan kaya-miskin dengan kepercayaan yang dianut oleh seseorang.

"Jadi komentar pak JK yg menghubungkan agama dgn kemiskinan atau kekayaan ini tdk tepat dan cenderung provokatif utk saling membenci," tegas Ferdinand. 

Foto: Tangkap Layar @FerdinandHaean3

 

JK, yang merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu pun menyerukan umat Muslim untuk hijrah. Dalam hal ini, hijrah yang dimaksud JK adalah ikut sama-sama memperbaiki kondisi ekonomi Tanah Air.

Pasalnya, kata JK, dengan cara itulah ekonomi Indonesia bisa membaik, yang tentunya akan berdampak kepada penguatan ekonomi umat Islam. "Karena kalau ekonomi nasional sejahtera tentu 99 persen, umat juga sejahtera," katanya.