Nurdin Abdullah Dicokok KPK Usai Lantik 11 Kepala Daerah, Warganet: Kami Kira Bapak Bisa Dipercaya
Ilustrasi (Irfan Meidianto/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah melantik 11 bupati dan wali kota terpilih pemenang Pilkada Serentak 9 Desember 2020, Jumat, 26 Februari. Tak disangka belum 24 jam, Nurdin malah dicokot Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurdin melantik 11 pasang kepala daerah di Baruga Karaeng Pattingalloang yang berada di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. 

Nurdin bahkan sempat melontarkan pesan kepada kepala daerah yang dilantik Agara amanah melalui cuitan di akun Twitternya @nurdinabdullah.

"Atas nama Presiden RI, hari ini saya melantik sebelas kepala Daerah dan wakilnya di Sulawesi Selatan. Saya percaya bahwa saudara saudari sekalian merupakan pilihan di daerah ini yang dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta amanah dari rakyat dengan sebaik-baiknya," tulis Nurdin dalam twitternya yang dikutip, Sabtu, 27 Februari.

Cuitan Nurdin langsung diserbu warganet usai terlibat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Jumat, 26 Februari malam hingga Sabtu, 27 Februari dini hari.

"Gila, langsung kena OTT," tulis @afdholmarthoni menanggapi cuitan Nurdin.

Menyinggung amanah yang disampaikan Nurdin, seorang warganet lainnya juga membalas cuitan Nurdin.

"Kami kira bapak bisa di percaya dan bersih sudah menciderai kepercayaan masyarakat Sulsel prov yang mendukung Anda sepenuhnya memang dunia politik tanpa uang tanpa korup tidak akan bisa maju semua butuh isi perut @hendrase79.

 

Diketahui, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, pada tengah malam, Jumat, 26 Februari. 

"Betul, Jumat, 26 Februari, tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan pelaku korupsi di wilayah Sulsel," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghuffron dihubungi VOI, Sabtu, 27 Februari.