Debat Pilkada Medan: Proyek Tak Terlaksana Pemerintah Pusat Disinggung Akhyar, Banggakan Gedung Tinggi di Medan
Pasangan calon nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi

Bagikan:

MEDAN - Calon wali kota Medan nomor urut 1 Akhyar Nasution. menyebut Kota Medan sebagai wilayah strategis dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah Kota Medan diklaim Akhyar sangat siap menerima investasi. 

“Sinkronisasi pusat dan daerah sangat dibutuhkan, banyak kegiatan-kegiatan nasional yang berada di  Medan. Pemerintah kota Medan juga mempersiapkan banyak hal tentang kesiapan investasi dan kemajuan Kota Medan. Kegiatan-kegiatan pemerintah pusat yang di Medan cukup ada, tapi masih banyak juga yang belum terlaksana,” kata Akhyar Nasution dalam debat Pilkada Medan yang disiarkan Youtube KPU Medan, Sabtu, 5 Desember.

Menurut Akhyar, Kota Medan membutuhkan tambahan flyover dan underpass di antaranya di simpang Glugur, simpang Aksara dan simpang Tanjung Sari.

“Ini adalah dalam rangka menuju kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Kami mempersiapkan diri untuk investasi ke depan dan penyiapan perangkatnya berjalan dengan baik,” tutur Akhyar yang juga cuti dari posisi Plt Wali Kota Medan. 

Sementara itu, pasangan Akhyar, Salman Alfarisi meminta pemerintah pusat berkomunikasi bila menetapkan program rancangan pembangunan di Kota Medan. Salman tak ingin warga Medan dirugikan dengan proyek pemerintah pusat yang tak dikomunikasikan.

“Yang paling penting dalam investasi pemerintah pusat di kota Medan adalah mengkomunikasikan dengan masyarakat Medan sehingga masyarakat tidak terganggu kehidupannya dan mengkomunikasikan dengan misi Medan Berkarakter Medan Maju. Semangat kota masa depan harus dikomunikasikan sebelum menerima rancangan pusat,” ujar Salman yang juga politikus PKS ini.

Bobby Nasution Singgung Lagi Jalan Rusak

Sementara itu, calon wali kota Medan nomor urut 2 Bobby Nasution mempertanyakan standar kota metropolitan kepada Akhyar. Dia kembali menyinggung predikat kota metropolitan dengan kondisi perkotaan seperti banjir dan jalan rusak.

“Apa sudah masuk kota metropolitan?Setahu saya harus jalannya bagus, bebas banjir, transportasi terintegrasi dan terjamin energi. Itu yang saya tahu.  Apa sih kesiapan investasi yang bisa dilakukan? Bukan komunikasi masyarakat saja tapi dirasakan masyarakat,” tanya Bobby.

Di seberang sana, Akhyar menjelaskan soal kriteria kota metropolitan berdasarkan acuan Kementerian PUPR. Bila jumlah penduduk dalam satu wilayah lebih dari 1 juta, maka kota itu masuk kategori metropolitan. 

“Dalam rangka investasi, Pemkot Medan sangat siap. Saat ini investasi tumbuh berkembang melebihi investasi tingkat nasional. Gedung menjulang tinggi tumbuh di kota Medan, investasi swasta tumbuh sangat baik, menandakan kota Medan friendly terhadap investasi. Orang Medan sangat sangat welcome terhadap investasi,” tegas Akhyar bicara soal kemajuan Kota Medan menjawab pertanyaan menantu Presiden Jokowi, Bobby.