Momen Bersejarah Helikopter Ingenuity NASA Sukses Mengudara di Planet Mars
Helikopter NASA Ingenuity terbang perdana di Mars (dok. NASA)

Bagikan:

JAKARTA – NASA berhasil menerbangkan helikopter Ingenuity di Mars. Keberhasilan ini merupakan terobosan baru dalam misi penjelajahan planet merah tersebut.

Keberhasilan menerbangkan helikopter Ingenuity itu diabadikan oleh robot penjelajah Perseverance. Robot penjelajah itu, yang membawa helikopter Ingenuity dari Bumi ke Mars, merekam detik-detik penerbangan historik ini pada pukul 03.34 waktu AS.

Penerbangan perdana ini memang tidak berlangsung lama. Namun, NASA menyebutnya sebagai “momen Wright Bersaudara”, yang merujuk kepada keberhasilan Wilbur dan Orville Wright menerbangkan pesawat di Bumi pada 1903.

“Kami telah berbicara begitu lama tentang momen Wright bersaudara kami di Mars, dan ini dia,” ujar insinyur MiMi Aung, seperti dilansir dari laman NASA, Selasa, 20 April.

Mulanya, NASA menjadwalkan penerbangan helikopter Ingenuity tersebut pada 11 April lalu. Namun, NASA menundanya karena perangkat lunak yang bermasalah. 

Helikopter NASA Ingenuity dibawa oleh robot penjelajah Perseverance yang telah mendarat di permukaan planet Mars, sejak 18 Februari lalu. Robot penjelajah ini memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan di Planet Merah itu.

Menerbangkan helikopter di Planet Merah bukanlah perkara yang mudah. Atmosfer di Mars terbilang sana sangat tipis, dengan kepadatan udara hanya 1 persen dibanding atmosfer Bumi.

Hal tersebut membuat baling-baling helikopter hanya punya sedikit daya angkat. Gravitasi yang lebih rendah dari Bumi membuat helikopter Ingenuity membutuhkan daya yang besar untuk mengangkat dirinya ke udara.

Oleh karena itu, NASA mendesain Ingenuity dengan bobot yang ringan. Beratnya cuma 1,8 kg, dengan lebar 1,2 meter dan panjang 48,2 cm.

“Sejarah menunjukkan bahwa mereka kembali bekerja untuk belajar sebanyak mungkin tentang pesawat baru mereka, dan kami juga akan melakukannya,” tambahnya.

Tak cuma itu, jarak yang jauh antara Mars dan Bumi membuat NASA tak mungkin mengontrol Ingenuity secara manual dengan joystick. Jadi, mereka mengontrol helikopter itu dengan panduan onboard, navigasi, dan sistem kontrol yang menjalankan algoritma.

“Kami akan mengambil waktu sejenak untuk merayakan kesuksesan kami dan kemudian mengambil isyarat dari Orville dan Wilbur mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya,” ujarnya

Tim peneliti bakal menerima data yang dikirim Ingenuity dan melakukan analisa terhadap data-data tersebut dalam beberapa hari mendatang. Mereka juga akan menjadwalkan penerbangan helikopter Ingenuity tahap kedua pada 22 April mendatang.

“Kami akan mengambil waktu sejenak untuk merayakan kesuksesan kami dan kemudian mengambil isyarat dari Orville dan Wilbur mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya,” pungkasnya.