Bagikan:

JAKARTA - Collin Martin dengan percaya diri menyatakan kesediaannya untuk membela Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia Qatar 2022 jika memang diminta. Meskipun tuan rumah menentang keras LGBTQ.

Collin Martin tak khawatir meskipun dirinya adalah seorang gay. Bukan rahasia lagi, Qatar menilai homoseksualitas adalah sebuah kejahatan yang bisa diganjar dengan hukuman penjara tujuh tahun.

"Saya pasti akan pergi ke Piala Dunia jika saya dipanggil. Jelas, itu hipotesis yang ekstrim, tetapi itu akan menjadi suatu kehormatan," kata Martin, seperti dilansir The Sun.

"Saya pikir saya akan mencoba untuk menghormati komunitas (gay) dengan cara tertentu dan saya akan melakukannya dengan hormat," lanjutnya.

Collin punya tujuan membuktikan seorang pemain gay bisa berpartisipasi di Piala Dunia, dan tidak ada masalah dengan itu. "Dan saya perlu dihormati," kata Martin melanjutkan.

Collin Martin sudah mengakui dirinya seorang gay atau penyuka sesama jenis pada tahun 2018 lalu. Ketika itu dia bermain untuk San Diego Loyal. Keputusan berani tersebut mendapat dukungan dari penggemar dan rekan satu timnya.

Sementara itu, bos FIFA Gianni Infantino belum lama ini bersikeras menyebut, semua kalangan termasuk LGBTQ akan diterima di Qatar. Sejauh ini para kritikus mengecam catatan hak asasi manusia negara itu dan kurangnya akses ke kebebasan berbicara di Qatar.

Pada tahun 2020, pihak Qatar meyakinkan pengunjung bahwa kerajaan akan menyambut penggemar LGBTQ. Mereka akan bebas mengibarkan bendera pelangi di pertandingan.