Buntut Insiden Injak Leher di Liga 3, Manajemen Persak Kebumen Minta Maaf
Santino Berti dibawa ambulans usai lehernya diinjak pemain lawan (Twitter @mgl_football)

Bagikan:

JAKARTA - Insiden mengerikan terjadi pada gelaran Liga 3 2021 di Jawa Timur, di mana salah satu pemain kedapatan menginjak leher lawan dalam laga PPSM Sakti Magelang menghadapi Persak Kebumen. Gara-gara insiden itu, pemain yang jadi korban harus dilarikan ambulans ke rumah sakit.

Pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto yang melakukan pelanggaran berat tersebut. Ia mendaratkan kakinya di leher pemain PPSM Sakti Magelang, Santino Berti hingga sang lawan terkapar di tengah lapangan.

Buntut dari insiden mengerikan yang menuai kontra tersebut, manajemen Persak Kebumen menyampaikan permintaan maaf. Lewat akun Instagram resmi klub, manajer Persak Kebumen, HM Tursino menegaskan insiden itu terjadi tanpa unsur kesengajaan.

"Kami telah mneyampaikan permohonan maaf kepada pemain dan manajemen PPSM, kejadian kemarin murni tidak disengaja," tulis keterangan di akun @persakkebumen.

Ucapan maaf tersebut HM Tursino dengan mendatangi langsung pihak manajemen dan pemain PPSM Sakti Magelang. Ia juga mengabarkan bahwa kondisi Santino Berti kini dalam keadaan baik.

"Alhamdulillah kami bertemu langsung pemain dalam kondisi baik-baik saja setelah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit," lanjut keterangan tersebut.

Masih dari unggahan yang sama, pihak Persak Kebumen juga menegaskan bahwa insiden yang tidak disengaja itu jangan sampai menimbulkan dendam. Sebab, rivalitas dalam sepak bola hanyalah sebatas di lapangan.

"Rivalitas hanya di lapangan, setelah itu kami bersahabat, sebab sepak bola menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, respect dan bersahabat. Semoga lekas pulih dan dapat bermain kembali, Aamiin," akhir keterangan yang dibuat.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf dan menyelesaikan kasus ini secara damai, insiden ini seakan menggenapi sejumlah kasus kekerasan lain yang dilakukan para pemain di Liga 1 dan Liga 2 2021.

Jika melihat kasus sebelumnya, sejumlah insiden kekerasan sudah mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, mulai dari denda hingga larangan bermain. Lantas, bagaimana Komdis menyikapi insiden di Liga 3 ini?