Kementerian PUPR Buka Suara Soal Proyek Garapan Waskita Karya di Tengah Situasi Sulit
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja. (Foto: Theresia Agatha/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) tengah menghadapi situasi yang sangat sulit. Pasalnya BUMN Karya tersebut kini tengah dikepung utang perusahaan yang sangat menggunung.

Dari laporan keuangan perusahaan berkode WSKT itu, menunjukkan liabilitas atau utangnya sebesar Rp84,37 triliun, hingga kuartal I 2023.

Padahal, di sisi lain, Waskita sendiri telah memenangkan tender di proyek-proyek besar, seperti pembangunan jalan tol di IKN dan pengerjaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menanggapi hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buka suara terkait Waskita yang tengah terlilit utang. Kementerian PUPR meminta agar proyek-proyek yang telah dimenangkan oleh Waskita tetap berjalan.

Sebab, dana yang dipakai untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut bersumber dari APBN.

"Ya, kami ingin bahwa kalau yang sumbernya dari APBN, apalagi PSN kemudian prioritas nasional seperti IKN, itu, kan, diberikan fasilitas khusus. Artinya, kan sumbernya APBN, tetap berjalan," kata Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 8 Agustus.

Endra menyebut, penyebab dari kondisi Waskita yang tengah dililit utang bukan murni dari APBN, sehingga dana untuk proyek-proyek seperti di IKN dan PSN tidak dipakai untuk melunasi utang-utang.

"Kan, penyebab dari kondisi Waskita sekarang tidak murni dari APBN, ya. Kami minta (proyek di IKN dan PSN) untuk dipisahkan dan kami sudah kirimkan daftar proyek-proyek yang ditangani oleh Waskita dan BUMN lain, termasuk Wika, HK, dan itu untuk dipisahkan, supaya bisa tetap berjalan," ujarnya.

Dia bahkan berharap kalau Waskita tetap menjalankan tugas yang sudah ada. Nantinya, apabila ada profit dari keseluruhan proyek tersebut, dana itu yang dipakai untuk membayar utang.

"Kami berharap, Waskita tetap bisa menjalankan tugas-tugas yang tadi. Artinya sudah menang lelang, anggarannya pun sudah tersedia, ini tidak dipakai langsung untuk bayar utang, tetapi dipakai untuk menyelesaikan proyek-proyek. Nah, kalau ada profit itu silakan," ungkapnya.