Bagikan:

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) diketahui sudah menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi lonjakan inflasi pangan (volatile food) saat terjadi fenomena alam el nino.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan terdapat sejumlah komoditas pangan yang diperkirakan bakal mengalami kenaikan harga.

“Beberapa yang bisa terkena dampak adalah beras, hortikultura, dan kelompok bahan pangan bergejolak lainnya,” ujar dia menjawab pertanyaan wartawan dikutip Jumat, 23 Juni.

Menurut Aida, bank sentral telah menyiapkan skenario tekanan inflasi yang bersifat lemah, moderat hingga kuat.

“Berdasarkan itu semua, perhitungan kami apapun yang terjadi mudah-mudahan inflasi tetap dalam kisaran 3 persen plus minus 1 persen pada sisa tahun 2023. Kemudian untuk inflasi 2024 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono menjelaskan otoritas moneter akan semakin mengoptimalkan kerja Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPIP dan TPIP).

Doni mengungkapkan bahwa TPIP/TPID telah menunjukan keberhasilan dengan sukses mengendalikan inflasi pangan selama periode Ramadan serta Lebaran lalu.

“Di daerah kami akan mendorong penguatan pengairan berasa kementerian dan lembaga terkait. Kami juga melakukan monitoring dan early warning sistem terhadap kondisi cuaca, percepatan tanam, penggunaan bahan kering tanaman, dan penambahan pupuk di daerah,” ungkap dia.

Doni merinci, BI sampai dengan saat ini telah melakukan dukungan terhadap 9.630 titik operasi pasar, 530 ribu bibit pangan mandiri, 31 klaster replikasi, 17 program hilirisasi pangan, 38 program pupuk organik, serta pembelian Alsintan sekitar Rp5,2 miliar.