Beras Impor Dioplos Oknum, Buwas: Bulog Tak Rugi tapi Masyarakat
Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) Foto: Mery Handayani/VOI

Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan perusahaanya tidak dirugikan dengan adanya praktik pengoplosan beras impor Bulog. Walaupun, praktik tersebut tidak dibenarkan.

Buwas sapaan akrab Budi Waseso menjelaskan yang dirugikan atas praktik curang tersebut adalah masyarakat. Pasalnya, beras impor yang didatangkan Bulog diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat.

Seperti diketahui, Bulog mendapatkan penugasan importasi beras sebanyak 500.000 ton dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Myanmar dan Pakistan. Beras ini sudah masuk bertahap sejak akhir Desember 2022, dan ditargetkan masuk seluruhnya hingga 15 Februari 2023.

Adapun tujuan dari importasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus mengintervensi harga beras di pasaran yang masih mahal.

“Kalau Bulog tidak dirugikan. Karena ini kita mau menurunkan inflasi, kita menyalurkan untuk kepentingan masyarakat, tapi tidak dirasakan oleh masyarakat,” katanya saat konferensi pers di Serang, Banten, Jumat, 10 Februari.

Meski merasa Bulog tidak dirugikan, Buwas tidak menafikan praktik tersebut membuat negara mengalami kerugian. Karena, angka inflasi pangan terus naik lantaran harga beras di pasaran tak kunjung mengalami penurunan.

“Pendistribusian beras oleh Bulog untuk intervensi pasar harga beras mahal sampai Rp12.000 (per kg). Sehingga tugas Bulog adalah harus melakukan operasi pasar untuk intervensi supaya harganya murah. Dan ini kalau tidak (diintervensi), akan menyumbang inflasi,” ucapnya.

Menurut Buwas, harga beras di dalam memang menjadi perhatian langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, beras merupakan salah komoditas penyumbang inflasi pangan terbesar.

“Ini lah yang menjadi perhatian Bapak Presiden pada saat awal-awal di bulan Agustus sampai Desember tahun lalu. Sehingga Bulog untuk memenuhi kekurangan dari cadangan beras pemerintah harus mengimpor,” katanya.

Terkait dengan praktik curang penjualan beras Bulog, kata Buwas, akan terus diawasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri. Pengawasan beras operasi pasar Bulog akan terus dikembangkan di seluruh Indonesia.

“Karena saya mendatangkan beras-beras impor ini saya drop di 12 titik provinsi yang membutuhkan beras ini. Kalau tidak diawasi, maka ini akan hilang beras ini. Hilang dalam arti kata tidak akan berpengaruh terhadap masalah menurunkan harga,” ujarnya.