Dampak Cuaca Ekstrem, 4.225 Orang di Pulang Pisau Kalteng Berpotensi Alami Kelaparan
Pemkab Pulang Pisang menyalurkan bantuan mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di Kalteng (ANTARA)

Bagikan:

PULANG WARGA - Sebanyak 1.185 kepala keluarga atau 4.225 jiwa di daerah pesisir Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, terdampak cuaca ekstrem dan berpotensi mengalami kerawanan pangan.

“Pemerintah telah mencadangkan bantuan sebanyak 23.660 kilogram beras kepada 4.225 warga setelah ditetapkannya status darurat bencana cuaca ekstrem oleh Bupati Pudjirustaty Narang,” kata Sekretaris Daerah Pulang Pisau Tony Harisinta di Pulang Pisau, Kamis.

Menurut dia, dua desa di Kecamatan Kahayan Kuala yang terdampak akibat cuaca ekstrem, yaitu Desa Kiapak dan Cemantan, sedangkan di Kecamatan Sebangau Kuala, yakni Desa Sei Bakai dan Desa Sei Hambawang.

Nelayan di daerah pesisir tidak berani melaut meski sebagai mata pencaharian sehari-hari, juga sulitnya akses masuk bahan pangan ke beberapa desa tersebut akibat cuaca ekstrem.

“Berdasarkan hasil tim investigasi cuaca ekstrem ini mengakibatkan warga di empat desa tersebut berpotensi terjadi rawan pangan, sehingga harus ada upaya yang dilakukan pemerintah setempat untuk meminimalisasi potensi kerawanan pangan dari situasi yang terjadi,” kata Tony.

Upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu mencadangkan dan menyalurkan sebanyak 23.660 kilogram beras kepada 4.225 jiwa yang terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Tony mengungkapkan untuk meminimalisasi dampak bencana dari cuaca ekstrem perlu ditempuh penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Salah satunya, memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana cuaca ekstrem tersebut.

Kepala Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Pulang Pisau Leonard T Kassa mengatakan sebagai penanggung jawab penyaluran bantuan kepada masyarakat, pihaknya telah mencadangkan sebanyak 23.660 kilogram beras dari stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog.

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, warga yang menerima bantuan logistik terdampak bencana cuaca ekstrem meliputi Kecamatan Kahayan Kuala, yaitu Desa Kiapak sebanyak 232 KK atau sebanyak 822 jiwa dengan total bantuan beras sebanyak 4.603 kilogram. Desa Cemantan terdapat 387 KK atau 1.357 jiwa dengan jumlah bantuan beras 8.599 kilogram.

Kecamatan Sebangau Kuala di Desa Sei Bakau terdapat 284 KK atau 1.230 jiwa dengan jumlah bantuan beras sebanyak 6.888 kilogram dan Desa Sei Hambawang sebanyak 282 KK atau 816 jiwa dengan jumlah beras yang disalurkan sebanyak 4.569 kilogram.

"Besaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat mengacu pada standar kebutuhan pokok dalam satu hari, yakni dengan perhitungan 0,4 gram/jiwa kali 14 hari, sehingga jumlah beras bantuan tersebut mampu mencukupi 1.185 KK atau 4.225 jiwa yang terdampak bencana cuaca ekstrem," kata Leonard.