Bagikan:

JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah menyebut Pemprov DKI pada tahun 2021 baru memulai pengerjaan pembangunan sumur resapan atau drainase vertikal baru-baru ini.

Padahal, pembuatan sumur resapan telah dianggarkan dalam APBD DKI sejak awal tahun sebesar Rp416 miliar.

"Tahun ini dianggarkan Rp416 miliar dan belum tahu efektifnya karena memang baru dilaksanakan pekerjaannya," kata Ida kepada wartawan, Selasa, 14 September.

Ida menuturkan, anggaran pembuatan sumur resapan pada tahun ini jauh lebih banyak dari anggaran pada tahun 2020 yang sebesar Rp5-7 miliar. Sementara, pada tahun lalu pun target pembuatan sumur resapan per 2020 juga tak tercapai.

Karenanya, agar pembuatan sumur resapan yang lebih banyak pada tahun ini bisa tercapai, Ida menyarankan Pemprov DKI melibatkan perusahaan swasta untuk mengerjakan.

"Apakah mereka mau? pasti mau. Kalau Pemda yang meminta. Kan tidak ada salahnya kalau perusahaan itu membuat beberapa sumber resapan. Tidak mahal kok, apalagi kalau dibuat sendiri atau kerja sama dengan masyarakat. Saya yakin ini murah dan mudah," ujar Ida.

Meski tak bisa menghindari datangnya banjir, menurut Ida, setidaknya sumur resapan bisa membantu mengurangi ketinggian air yang merendam Jakarta, khususnya di daerah cekungan.

Sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjabat, sumur resapan yang telah dibuat oleh Dinas Sumber Daya Air baru sebanyak 3.876 titik. Sementara, total sumur resapan yang dibuat oleh seluruh jajaran dinas hingga masyarakat sudah mencapai sekitar 15 ribu.

Khusus di tahun 2020, sumur resapan dibuat sebanyak 2.974. Padahal, target sumur resapan tahun 2020 sebanyak 5.000 titik.

Anies pernah berjanji membuat 1,8 juta sumur resapan hingga tahun 2022. Namun, karena minim realisasi, target tersebut dikurangi.