Australia Butuh 6 Juta Orang Divaksinasi untuk Longgarkan Penguncian, PM Morrison Enggan Beri Insentif
Ilustrasi suasana sepinya COVID-19 Australia. (Wikimedia Commons/Kgbo)

Bagikan:

 

JAKARTA - Otoritas New South Wales Australia mengumumkan pada Hari Selasa waktu setempat, dapat mengurangi penguncian yang membuat sekitar lima juta penduduknya tinggal di rumah hingga akhir Agustus (mayoritas di Sydney), jika 50 persen penduduknya sudah divaksinasi.

Bahkan, jika hal tersebut dapat tercapai, otoritas yakin penguncian tetap dapat dikurangi sekalipun kasus infeksi abru bertahan di sekitar angka rekor infeksi dalam 16 bulan terakhir yang dicatat pekan lalu.

Pencabutan pembatasan di New South Wales, menjadi dorongan bagi Perdana Menteri Scott Morrison, di bawah tekanan kuat untuk penanganan peluncuran vaksin oleh pemerintahnya, dengan ancaman resesi ekonomi kedua dalam beberapa tahun mendatang.

New South Wales, yang menyumbang sepertiga dari semua aktivitas ekonomi Australia senilai 2 triliun dolar Australia (1,47 triliun dolar Amerika Serikat), telah berjuang untuk menahan lonjakan kasus varian Delta yang sangat menular di Sydney, kota terbesar di negara itu, meski pun saat ini tengah dalam penguncian dan baru akan dicabut pada 29 Agutuss mendatang jika memungkinkan.

Hari ini, New South Wales melaporkan 199 kasus COVID-19 yang diperoleh secara lokal dalam 24 jam terakhir, mendekati level tertinggi 16 bulan pada 239 infeksi yang tercatat dalam satu hari minggu lalu.

Perdana Menteri Negara Bagian Gladys Berejiklian mengatakan, pembatasan dapat dikurangi jika enam juta orang divaksinasi pada saat penguncian akan berakhir.

"Enam juta suntikan, kira-kira setengah dari populasi dengan setidaknya satu atau dua dosis. Itu memberi kami pilihan tambahan tentang seperti apa kehidupan pada 29 Agustus," kata Berejiklian kepada wartawan di Sydney, seperti mengutip Reuters Selasa 3 Agustus.

australia
Ilustrasi COVID-19 Australia. (Wikimedia Commons/Kgbo)

Berejiklian tidak mengatakan secara pasti berapa banyak di New South Wales yang divaksinasi penuh pada Hari Selasa, tetapi mengatakan, negara bagian itu berada di jalur untuk memenuhi target vaksinasinya. Kendati demikian, ia mengingatkan jumlah orang di komunitas yang tertular juga harus mengalami penurunan.

Target di New South Wales datang hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Scott Morrison berjanji penguncian akan lebih kecil kemungkinannya, setelah negara itu menginokulasi 70 persen populasinya yang berusia di atas 16 tahun, jauh dari level 19 persen saat ini. PM Morrison memperkirakan akan mencapai angka 70 persen pada akhir tahun. 

Menariknya, PM Morrison menolak gagasan untuk menawarkan insentif keuangan kepada warga Negeri Kangguru, untuk meningkatkan tingkat vaksinasi COVID-19 di negara tersebut.

"Jika (warga Australia) ragu tentang vaksin, saya tidak akan membayarnya (insentif)," kata Morrison kepada wartawan di Canberra Selasa ini.

PM Morisson hari ini juga merilis pemodelan di balik strategi nasional, menunjukkan Australia perlu memvaksinasi tujuh dari setiap 10 orang untuk dapat mengendalikan penyebaran virus tanpa penguncian yang merusak secara ekonomi.

Penguncian Sydney diperkirakan akan membuat ekonomi Australia menyusut pada kuartal ini. Menteri Keuangan Josh Frydenberg sebelumnya memeringatkan, lamanya perintah tinggal di rumah akan menentukan apakah resesi dapat dihindari atau tidak.

Terlepas dari ancaman berkelanjutan terhadap ekonomi, Bank Sentral Australia pada Hari Selasa mengatakan akan tetap dengan rencananya untuk mengurangi pembelian obligasi mulai September, kendati bertentangan dengan ekspektasi pemasaran.

Untuk diketahui, melansir Worldometers hingga hari ini Australia mencatat total 34.836 kasus infeksi COVID-19, dengan 925 orang meninggal serta sebanyak 29.926 orang dinyatakan sembuh sejak pandemi tahun lalu.