Australia Perluas Pelonggaran Perbatasan, Siap Terima Pemegang Visa Asing Mulai 1 Desember
Ilustrasi maskapai penerbangan Australia Qantas. (Wikimedia Commons/Melv_L - MACASR)

Bagikan:

JAKARTA - Australia akan mengizinkan pemegang visa asing untuk memasuki negara itu mulai awal Desember, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada Hari Senin, seiring keputusan untuk mengambil langkah lebih lanjut memulai kembali perjalanan internasional, mendukung perekonomian.

Australia menutup perbatasan internasionalnya pada Mei 2020, hanya mengizinkan sejumlah warga dan penduduk tetap yang terbatas untuk masuk, terkait upaya untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Aturan dilonggarkan dalam beberapa pekan terakhir untuk mengizinkan anggota keluarga warga asing masuk. PM Morrison mengatakan ini akan ditingkatkan mulai 1 Desember untuk memungkinkan siswa yang divaksinasi, pemegang visa bisnis dan pengungsi tiba.

"Kembalinya pekerja terampil dan pelajar ke Australia merupakan tonggak utama dalam jalur kami kembali," ujar PM Morrison kepada wartawan di Canberra, mengutip Reuters 22 November.

Australia juga akan mengizinkan turis yang divaksinasi dari Korea Selatan dan Jepang mulai 1 Desember, katanya.

Kembalinya mahasiswa asing, yang bernilai sekitar 35 miliar dolar Australia atau setara dengan 25 miliar dolar AS per tahun ke ekonomi Australia, akan menjadi dorongan besar bagi sektor pendidikan.

Banyak universitas Australia bergantung pada mahasiswa asing dan penutupan perbatasan, menyebabkan banyak fasilitas pendidikan tinggi memberhentikan ratusan staf.

Untuk diketahui, sekelompok siswa internasional tiba di Australia dari Singapura pada Hari Minggu setelah gelembung perjalanan antara kedua negara mulai berlaku.

Kota-kota terbesar Australia, Sydney dan Melbourne, membuka perbatasannya untuk pelancong internasional mulai 1 November, meskipun pelonggaran aturan masuk hanya menguntungkan warga yang kembali dan penduduk tetap.

Aturan perbatasan, penguncian cepat, dan aturan jarak sosial yang keras membantu Australia menjaga jumlah virus coronanya jauh lebih rendah daripada banyak negara lain yang sebanding, dengan sekitar 200.000 kasus dan 1.948 kematian.

Sebagian besar infeksi baru dilaporkan di Negara Bagian Victoria, yang mencatat 1.029 kasus pada hari Senin. New South Wales, rumah bagi Sydney, melaporkan 180 kasus. Negara bagian dan teritori lain bebas COVID atau memiliki sangat sedikit kasus.