Diduga Akibat Ledakan Tabung Oksigen, RS COVID-19 Terbakar, 42 Orang Tewas Puluhan Lainnya Luka-luka
Ilustrasi ledakan. (Stephen Radford/Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Sedikitnya 42 orang tewas dan lebih dari 60 luka-luka dalam kebakaran yang kemungkinan disebabkan oleh ledakan tabung oksigen di sebuah rumah sakit virus corona di Kota Nassiriya, Irak selatan, kata pejabat kesehatan dan polisi, Senin 12 Juli. 

Saat tim penyelamat menyisir gedung yang hangus asap untuk mencari lebih banyak mayat, Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi mengadakan pertemuan darurat dengan para menteri dan komandan keamanan tinggi untuk membahas tragedi itu, kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan singkat, mengutip Reuters Selasa 13 Juli. 

Meski dihancurkan oleh tekanan perang dan sanksi, sistem perawatan kesehatan Irak telah berjuang untuk mengatasi krisis virus corona, yang telah menewaskan 17.592 orang dan menginfeksi lebih dari 1,4 juta.

"Petugas kesehatan membawa tubuh hangus keluar dari rumah sakit yang terbakar, sementara banyak pasien batuk karena asap yang mengepul," kata seorang reporter Reuters di lokasi kebakaran.

Pejabat kesehatan di Nassiriya mengatakan, operasi pencarian di rumah sakit virus corona al-Hussain berlanjut setelah api dapat dikendalikan, tetapi asap tebal membuat sulit untuk memasuki beberapa bangsal yang terbakar.

"Api yang mengamuk membuat banyak pasien terjebak di dalam bangsal virus corona dan tim penyelamat berjuang untuk menjangkau mereka," kata seorang petugas kesehatan sebelum memasuki gedung yang terbakar.

Laporan polisi awal menunjukkan, ledakan tabung oksigen di dalam bangsal COVID-19 rumah sakit adalah kemungkinan penyebab kebakaran, kata seorang polisi di lokasi kebakaran.

"Saya mendengar ledakan besar di dalam bangsal virus corona dan kemudian api berkobar dengan sangat cepat," kata Ali Muhsin, seorang penjaga rumah sakit yang membantu membawa pasien yang terluka menjauh dari api.

Pada Bulan April, kebakaran yang disebabkan oleh ledakan tabung oksigen di sebuah rumah sakit COVID-19 di Baghdad menewaskan sedikitnya 82 orang dan melukai 110 lainnya. 

Sumber-sumber kesehatan mengatakan sebelumnya, jumlah korban tewas akibat kebakaran Senin bisa meningkat karena banyak pasien masih hilang. Dua petugas kesehatan termasuk di antara yang tewas, kata mereka.

Kerabat yang marah berkumpul di depan rumah sakit dan bentrok dengan polisi, membakar dua kendaraan polisi, ungkap seorang saksi mata Reuters.

"Pejabat yang korup harus bertanggung jawab atas kebakaran dan pembunuhan pasien yang tidak bersalah. Di mana tubuh ayah saya," tutur seorang pemuda sambil mencari di antara tubuh hangus yang dibungkus selimut di halaman rumah sakit.