Road Bike Masuk JLNT Ditolak Komunitas Sepeda, Wagub DKI: Kebijakan Tak Mungkin Puaskan Semua Pihak
ILUSTRASI/ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menanggapi perihal komunitas sepeda Bike to Work yang menolak kebijakan road bike boleh melintasi jalan layang nontol (JLNT).

Riza mengaku Pemprov DKI tak bisa menyenangkan semua pihak saat menetapkan suatu kebijakan. Pastinya, akan ada pihak yang mendukung dan menentang kebijakan tersebut.

"Dukungan pro dan kontra itu biasa. Tidak mungkin semua kebijakan itu bisa memuaskan semua pihak," kata Riza di Balai Kota DKI, Jumat, 11 Juni.

Riza mengatakan, kebijakan yang membolehkan road bike masuk JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang ini masih dalam pembahasan antarpemangku kepentingan terkait. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mengeluarkan aturan resmi.

"Kami, Pemprov DKI belum mengambil keputusan terkait kebijakan road bike. Masih dalam proses uji coba. Jadi, mohon semuanya bersabar," tutur dia.

"Justru, sekarang waktu yang baik bagi kita untuk saling memberikan masukan, saran, maupun kritik, rekomendasi. Silakan semua komunitas berikan masukan kepada kita semua supaya kita mendengar langsung aspirasi," imbuhnya. 

Sebagai informasi, Pemprov DKI membolehkan sepeda khusus road bike untuk melintas JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada hari Sabtu dan Minggu, pukul 05.00 WIB sampai 08.00 WIB.

Komunitas pesepeda Bike to Work Indonesia menolak kebijakan ini. Ketua Umum Bike to Work Putut Sudaryanto menganggap, pihaknya menolak keistimewaan kepada road bike karena kebijakan yang diambil Dinas Perhubungan DKI mengenai sistem transportasi harus setara.

"Kebijakan harus diberlakukan dengan prinsip kesetaraan dan proporsional, sehingga semua jenis moda transportasi harus diperlakukan sama dan setara. Kembali ke aturan awal JLNT Casablanca, motor tidak boleh, maka sudah selayaknya sepeda juga tidak boleh," kata Putut kepada VOI.

Oleh karenanya, Bike to Work Indonesia akan menggelar aksi protes JLNT. Dalam akun Instagram b2w_indonesia, aksi protes yang dinamakan Black Day ini akan dilakukan di ujung JLNT arah Kota Kasablanka.

Bike to Work akan melakukan aksi pada Minggu, 13 Juni pukul 06.00-07.00 WIB dengan mengenakan pakaian hitam. Mereka akan melakukan teatrikal tabur bunga di sekitar rambu road bike, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap.