Israel Lancarkan Serangan Rudal ke Suriah, Hampir Kenai Pangkalan Udara Rusia
Ilustrasi penangkis serangan udara. (Wikimedia Commons/Mil.ru)

Bagikan:

JAKARTA - Sistem pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh beberapa rudal Israel, dalam serangkaian serangan udara sebelum fajar di kota pelabuhan Mediterania Latakia. Dalam pernyataannya tentara Suriah mengatakan, serangan udara yang berlangsung sejak pukul 2 pagi tersebut menghantam beberapa daerah di sepanjang pantai barat daya Latakia.

Seorang warga sipil tewas sementara enam lainnya cidera dalam salah satu serangan yang menurut militer Suriah, menghantam pabrik plastik sipil di Kota Latakia.

"Pertahanan udara kami mencegat rudal penyerang dan menjatuhkan beberapa di antaranya," kata pihak militer Suriah, melansir Reuters, Rabu 5 Mei.

Media pemerintah sebelumnya melaporkan serangan Israel juga melanda kota Hifa, sebelah timur kota pelabuhan Latakia, dan Misyaf di Provinsi Hama. Kendati demikian, belum ada komentara di militer Israel terkait serangan ini.

rudal
Ilustrasi rudal milik Iran Wikimedia. (Commons/Hawijpolo)

Meskipun serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir telah menargetkan banyak bagian Suriah, mereka jarang menyerang Latakia yang dekat dengan pangkalan udara utama Rusia, Hmeimim.

Seorang pembelot militer senior mengatakan serangan Israel melanda beberapa daerah di Kota Jabla di Provinsi Latakia barat laut, benteng sekte minoritas Alawi asal Presiden Suriah Bashar al Assad yang mendominasi tentara dan pasukan keamanan.

Assad berasal dari Qerdaha, sebuah desa di Pegunungan Alawite 28 km (17 mil) tenggara Latakia, tempat ayahnya, mendiang Presiden Hafez al-Assad, dimakamkan.

Israel telah meningkatkan dalam beberapa bulan terakhir apa yang disebut 'perang bayangan' terhadap target terkait Iran di dalam Suriah, menurut sumber intelijen Barat, yang mengatakan serangan itu terutama menargetkan pusat penelitian untuk pengembangan senjata, depot amunisi dan konvoi militer yang memindahkan rudal dari Suriah ke Libanon.

Milisi proksi Iran yang dipimpin oleh Hizbullah Lebanon sekarang menguasai wilayah yang luas di Suriah timur, selatan dan barat laut, serta beberapa pinggiran kota di sekitar Damaskus. Mereka juga mengontrol wilayah perbatasan Lebanon-Suriah.

Israel mengatakan, tujuannya adalah untuk mengakhiri kehadiran militer Teheran di Suriah, yang menurut sumber intelijen Barat telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Israel mengirim delegasi senior ke Washington minggu lalu untuk membahas Iran dengan rekan-rekan Amerika Serikat. Gedung Putih mengatakan, Sekutu menyetujui 'ancaman signifikan' yang ditimbulkan oleh perilaku regional Iran.

Israel juga menyoroti kesepakatan nuklir baru antara Iran dengan kekuatan dunia yang dinilainya, dengan mengatakan perang melawan Iran pasti akan 

Sementara, pembicaraan tidak langsung antara Utusan Amerika Serikat dengan Iran di Wina, dibayang-bayangi saling berbalas sabotase antara Israel dan Iran, serta ledakan di fasilitas nuklir Natanz milik Iran yang dituduhkan kepada Israel.