JAKARTA - Kelompok militan Hamas mengonfirmasi tewasnya Komandan Brigade Al-Qassam Mohammad Deif serta sejumlah petinggi militer lainnya.
Militer Israel mengklaim menewaskan Deif dalam serangan udara pada Bulan Juli lalu. Namun, Hamas belum mengonfirmasi hal tersebut hingga juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengonfirmasi kemarin.
"Ini 'pantas' bagi pemimpin kami Mohammed Deif, yang telah membuat musuh kelelahan selama lebih dari 30 tahun," kata juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Obeida, dikutip dari Al Jazeera 31 Januari.
"Demi Tuhan, bagaimana mungkin Mohammed Deif disebutkan dalam sejarah tanpa gelar 'martir' dan tanpa medali kemartiran?" tanya Abu Obeida.
Dalam kesempatan yang sama, Abu Obeida juga mengonfirmasi tewasnya Wakil Komandan Brigada Al-Qassam Marwan Issa, serta sejumlah petinggi militer seperti Ghazi Abu Tamaa, Raed Thabet hingga Komandan Brigade Khan Younis Rafei Salama.
Deif adalah salah satu pendiri Brigade Al-Qassam pada tahun 1990-an dan memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun.
Deif dilaporkan telah merencanakan serangan yang menyebabkan tewasnya puluhan warga Israel. Ia juga diyakini telah mengembangkan jaringan terowongan dan keahlian pembuatan bom kelompok tersebut.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas mengeluarkan rekaman suara langka Deif yang mengumumkan operasi "Banjir Al-Aqsa", mengisyaratkan serangan yang dipimpin Hamas hari itu di Israel selatan merupakan respons terhadap serangan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga umat Islam.
BACA JUGA:
November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memutuskan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Deif "atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang".
Itu bersamaan dengan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan "kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang" atas tindakan Israel dalam perang di Gaza.