China Tebar Sanksi, PBB Terus Negosiasi Akses Tanpa Batas ke Xinjiang
Unjuk rasa mendukung etnis Muslim Uighur. (Wikimedia Commons/Claudia Himmelreich)

Bagikan:

JAKARTA - Di tengah hubungan China dan negara-negara barat yang menghangat, diikuti dengan saling menjatuhkan sanksi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus melakukan negosiasi serius dengan China, terkait akses tanpa batas ke wilayah Xinjiang.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam wawacara dengan CBC pada Hari Minggu waktu setempat yang dilansir Reuters. Kunjungan ini penting, untuk memverifikasi laporan terkait penganiayaan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. 

"Kunjungan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet, sedang dinegosiasikan saat ini antara kantor Komisaris Tinggi dan otoritas China," kata Sekjen PBB Antonio Guterres dalam acara Rosemary Barton Live di CBC.

"Saya berharap mereka akan segera mencapai kesepakatan dan bahwa komisaris hak asasi manusia akan dapat mengunjungi China tanpa batasan atau larangan," tambahnya.

Diketahui, bulan lalu Bachelet mengatakan laporan penahanan sewenang-wenang, penganiayaan, kekerasan seksual dan kerja paksa di Xinjiang memerlukan penilaian yang menyeluruh dan independen. Pada Februari, Bachelet mengatakan pembicaraan untuk mengatur kunjungan telah dimulai tetapi belum ada kesepakatan yang dicapai.

Pemerintah China menyangkal penganiayaan apa pun dan mengatakan bahwa orang-orang dari semua kelompok etnis Muslim Uighur di Xinjiang dan wilayah Tibet menikmati kebebasan yang luas.

Pekan lalu, China menerima sanksi dari sejumlah negara Barat, termasuk di antaranya Amerika Serikat, Inggris hingga Uni Eropa terkait permasalahan di Xinjiang. 

Tak mau tinggal diam, China membalas dengan menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas di Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat hingga Kanada, terkait kebohongan dan kebencian seputar masalah Xinjiang.