Pemerintah Australia Desak Pembebasan Warga Negaranya yang Ditahan Militer Myanmar
Profesor Sean Turnell (Facebook/Thabyay Education Foundation)

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Australia bersama pihak keluarga terus mendesak pembebasan segera Profesor Sean Turnell, satu-satunya warga asing yang ditahan oleh militer Myanmar setelah kudeta 1 Februari lalu. 

Pada 11 Februari lalu, Kedutaan Besar Australia di Yangon melakukan panggilan zoom meeting dengan Turnell, pakar ekonomi dari Macquarie University, Australia yang menjadi penasihat eknomi untuk Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Pun demikian dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia yang terus berusaha menekan Myanmar lewat akses konsuler reguler, untuk tetap bisa berhubungan dengan Profesor Sean Turnell, sekaligus memastikan hak-haknya dipenuhi.  

Sementara itu, Vice Chief of the Defence Force of Australia Vice Admiral David Johnston pada Hari Senin lalu melakukan video conference dengan Wakil Jenderal Senior Soe win. Dalam kesempatan tersebut, Johnston berulang kali menyerukan pembebasan Turnell. 

'David Johnston juga mengungkapkan keprihatinan mendalam Australia atas situasi di Myanmar. Ia juga mengatakan, penggunaan kekuatan mematikan atau kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai tidak bisa diterima," sebut perwakilan Pemerintah Australia seperti dilansir The Irrawaddy.

"Ia juga mendesak militer Myanmar untuk menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil, memulihkan demokrasi dan membebaskan semua pemimpin sipil," lanjut pernyataan tersebut.

Pihak keluarga yang meminta pembebasan Sean Turnell pada minggu lalu, hingga saat ini belum mengetahui keberadaan satu-satunya tahanan asing dalam kudeta militer kali ini. 

"Kami belum mendengar apa-aoa, keberadaannya masih menjadi misteri sejak 11 Februari," kata sang istri Ha Vu.

“Meskipun demikian, fakta bahwa dia diperlakukan dengan baik, dan saya berharap dia bahkan sekarang diperlakukan dengan baik, memberi saya kenyamanan untuk melewati setiap hari dengan cara terbaik yang saya bisa,” imbuhnya.

Pihak keluarga menyewa pengacara U Than Zaw Aung untuk mendampingi Turnell. Namun, hingga saat ini pengacara tersebut juga tidak mengetahui keberadaan Turnell, maupun tuntutan apa yang dikenakan kepadanya.