Survei LSI: Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Tak Pernah Terlalu Tinggi
DOK. ANTARA/Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma'ruf Amin

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei soal kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo. Hasilnya, lebih banyak masyarakat yang puas terhadap kinerja Jokowi.

Sebanyak 69,8 persen merasa puas terhadap kerja Jokowi selama menjadi presiden. Kemudian, 29,3 persen mengaku tidak puas. Sementara, 0,9 persen tidak menjawab.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyebut meskipun banyak yang merasa puas terhadap kinerja Jokowi. Namun, selama menjabat, kepuasan terjadap Jokowi tidak pernah terlalu tinggi.

"Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap presiden itu berada di angka yang sekitar 60-70 persen kurang lebih. Tidak pernah mencapai terlalu tinggi," kata Djayadi dalam pemaparan survei virtual, Senin, 22 Februari.

Berdasarkan tren kepuasan yang dipaparkan LSI, kepuasan terhadap kinerja Jokowi tidak pernah mencapai angka di atas 75 persen. 

Kepuasan paling rendah saat Juni 2015 sebesar 40,7 persen. Sementara, tren kepuasan kepada kinerja Jokowi paling tinggi sebesar 72,4 persen pada September 2018.

"Paling tinggi itu ada di angka 72,4 persen. Itu di September 2018. Selebihnya, itu antara 65-70 persen. Itu berarti yang menyatakan tidak puas juga cukup banyak dan stabil di kisaran 25-30 persen," jelas dia.

Sementara, terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin, sebanyak 56,1 persen menyatakan puas, 40,9 persen menyatakan tidak puas, dan 3,1 persen tidak menjawab.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada periode 25 sampai 31 Januari 2021. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling.