Bagikan:

JAKARTA - Israel Defense Forces (IDF) memohon maaf atas tewasnya tentara Lebanon, dalam serangan yang dilakukan terhadap sasaran terkait kelompok militan Hizbullah di wilayah perbatasan kedua negara, kematian pertama sejak ketegangan lintas batas seiring pecahnya perang d Jalur Gaza, Palestina.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel meningkat, sejak bentrokan bersenjata pecah antara kelompok militan Hamas dengan Israel pada 7 Oktober, menimbulkan kekhawatiran perang akan meluas di wilayah regional.

"Posisi militer di daerah Adaysseh dibombardir oleh musuh Israel, menyebabkan satu tentara tewas dan tiga lainnya terluka," kata tentara Lebanon dalam sebuah pernyataan, melansir The Times of Israel 6 Desember.

Menurut IDF, pasukan Israel "sedang berupaya untuk menetralisir ancaman nyata yang teridentifikasi" di pos peluncuran dan observasi Hizbullah di sepanjang perbatasan.

"IDF menerima laporan bahwa sejumlah tentara di angkatan bersenjata Lebanon terluka dalam serangan itu. Pasukan militer Lebanon bukanlah sasaran serangan itu," kata pernyataan itu.

"IDF meminta maaf atas kejadian tersebut dan bakal diselidiki," tandas pernyataan itu.

Mengomentari kematian tentara Lebanon tersebut, misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Angkatan Bersenjata Lebanon tidak terlibat dalam konflik dengan Israel."

"Selama beberapa hari terakhir, kita telah melihat peningkatan kekerasan yang cepat dan mengkhawatirkan," tambah UNIFIL,

mendesak diakhirinya "siklus kekerasan, yang dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan bagi kedua belah pihak."

Diketahui, perbatasan utara Israel dengan Lebanon telah memanas secara signifikan sejak perang Israel-Hamas dimulai, di mana Hizbullah berusaha untuk mengikat pasukan dengan serangkaian bentrokan dan serangan tingkat rendah.

Hizbullah mengatakan bahwa 79 anggotanya telah terbunuh sejak perang pecah di Lebanon selatan. Sedangkan di pihak Israel, enam tentara dan tiga warga sipil tewas.

Pertempuran tersebut telah membuat puluhan ribu orang dari permukiman utara Israel terpaksa mengungsi, yang telah dihantam oleh tembakan roket dan penembakan yang dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok sekutu Palestina.