3 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diserahkan ke Keluarga
Karonpenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Foto: Wardhany Tsa Tsa/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, menyerahkan tiga jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 ke pihak keluarga, Minggu, 17 Januari.

"Hari ini tim DVI dan rumah sakit telah menyerahkan tiga jenazah korban kepada keluarga," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, dilansir Antara.

Rusdi menjelaskan, ketiga jenazah yang diserahkan tersebut masing-masing atas nama Arifin Ilyas, Makrufatul Yeti, dan Khasanah.

Dengan demikian hingga Minggu petang, jumlah keseluruhan jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 yang telah diserahkan kepada pihak keluarga sebanyak 15 orang.

"15 jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata Rusdi.

Adapun jumlah jenazah korban yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri hingga Minggu petang berjumlah 29 orang, masing-masing atas nama Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko. Ihsan Adhlan Hakim, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi.

Selanjutnya Pipit Priyono, Supianto, Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha Prastika, Putri Wahyuni dan Rahmawati, Makrufatul Yeti, Rosi Wahyuni, Rizki Wahyudi, Nelly, Beben Sopian, Arifin Ilyas, Arneta Fauzia, Yunni Dwi Saputri, Iuskandar, Oke Durrotul Jannah, Fao Nuntius Zai, dan satu orang yang tidak diungkap identitasnya berdasarkan permintaan keluarga.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu, 9 Januari pukul 14.40 WIB, kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.