Bicara dengan Menteri Pertahanan Rusia, Hulusi Akar Sebut Turki akan Menanggapi Serangan dari Suriah Utara
Sergei Shoigu bersama Hulusi Akar. (Wikimedia Commons/Mil.ru)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Turki memastikan negaranya akan merespons setiap serangan dari Suriah utara, saat berbicara melalui telepon dengan koleganya dari Rusia, Kamis.

Kepada Sergei Shoigu, Hulusi Akar mengatakan Turki telah memberikan pembalasan yang diperlukan atas meningkatnya pelecehan dan serangan yang bertujuan mengganggu stabilitas di wilayah tersebut.

"Turki telah memberikan dan akan terus memberikan tanggapan yang diperlukan terhadap pelecehan dan serangan yang bertujuan mengganggu stabilitas di kawasan dan juga menargetkan warga negara kami dan daerah pemukiman sipil," terang Hulusi Akar, mengutip Daily Sabah 24 November.

Lebih jauh Akar menekankan, prioritas utama Ankara adalah untuk secara permanen mencegah ancaman dan koridor teroris, menghilangkan organisasi teroris di Suriah utara di sepanjang perbatasan Turki.

Pentingnya mematuhi kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya tentang masalah ini sekali lagi ditekankan di antara para menteri, menurut pernyataan kementerian.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Akan Akar menyatakan kepuasan atas kontribusi dan kerja sama yang ditunjukkan Rusia, dalam perluasan inisiatif biji-bijian Laut Hitam, yang telah memberikan kontribusi besar bagi solusi krisis pangan global.

Diketahui, Turki meluncurkan Operasi Claw-Sword pada Hari Minggu, kampanye udara lintas batas melawan kelompok teror PKK/YPG, yang memiliki tempat persembunyian ilegal di perbatasan Irak dan Suriah.

Pejabat Turki menekankan, operasi itu sejalan dengan hukum internasional dan hak negara untuk membela diri di bawah resolusi PBB.

Terpisah, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah menghancurkan sarang teror dalam operasi yang dilakukan di Irak utara dan Suriah, dekat perbatasan Turki.

"Di mana pun ada teroris, organisasi keamanan negara ini akan hadir dengan polisi, militer dan pasukan keamanannya," tegas Presiden Erdogan.