Puluhan Juta Anak Tidak Divaksin Karena Pandemi COVID-19, WHO dan CDC Sebut Campak Jadi Ancaman Global
Ilustrasi pemberian vaksin campak. (Wikimedia Commons/UK Department for International Development/Pete Lewis)

Bagikan:

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut, saat ini ada ancaman penyakit campak akan menyebar ke berbagai wilayah secara global.

Kedua otoritas kesehatan tersebut mengatakan, itu dikarenakan pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan cakupan vaksin dan melemahnya pengawasan penyakit, fokus pada penyebaran virus corona.

Padahal, campak adalah salah satu virus manusia yang paling menular dan hampir seluruhnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Diketahui, diperlukan cakupan vaksin 95 persen untuk mencegah wabah di antara populasi, seperti melansir Reuters 24 November.

Sementara, itu tidak tercapai selama pandemi COVID-19, dengan rekor tertinggi hampir 40 juta anak melewatkan dosis vaksin pada tahun 2021, sebut WHO dan CDC dalam laporan bersama.

Kepala Divisi Campak WHO Patrick O'Connor mengatakan, sekarang saatnya untuk bertindak, ketika kasus campak belum meningkat secara drastis.

"Kami berada di persimpangan jalan," katanya.

"Ini akan menjadi 12-24 bulan yang sangat menantang untuk mencoba memitigasi ini," lanjutnya.

Kombinasi faktor-faktor seperti langkah-langkah jarak sosial yang berkepanjangan dan sifat siklus campak, dapat menjelaskan mengapa belum ada ledakan kasus meskipun kesenjangan kekebalan melebar.

Tetapi, itu dapat berubah dengan cepat kata O'Connor, menunjukkan sifat penyakit campak yang sangat menular.

Sejauh ini, WHO telah melihat peningkatan besar wabah campak yang mengganggu sejak awal 2022, meningkat dari 19 menjadi hampir 30 pada September, kata O'Connor, menambahkan bahwa dia sangat khawatir tentang bagian sub-Sahara Afrika.