Parlemen Rusia Sahkan Undang-Undang Larangan LGBT, Ketua Duma: Lindungi Anak-anak Kita
Ilustrasi LGBT. (Unsplash/@mrs80z)

Bagikan:

JAKARTA - Parlemen Rusia pada Hari Kamis mengesahkan pembacaan ketiga dan terakhir dari undang-undang yang memperluas larangan mempromosikan propaganda LGBT kepada anak-anak, dengan melarangnya di antara orang-orang dari segala usia.

Kritikus melihat langkah tersebut sebagai upaya untuk lebih mengintimidasi dan menindas minoritas seksual di Rusia, di mana pihak berwenang telah menggunakan undang-undang yang ada untuk menghentikan pawai kebanggaan gay dan menahan aktivis hak-hak gay.

Anggota parlemen mengatakan, mereka membela moralitas di hadapan apa yang mereka anggap sebagai nilai-nilai dekaden "non-Rusia" yang dipromosikan oleh Barat.

Sementara, kelompok hak asasi manusia mengatakan langkah itu dirancang untuk melarang representasi minoritas seperti lesbian, pria gay, biseksual dan transgender (LGBT) dalam kehidupan publik.

"LGBT hari ini adalah elemen perang hibrida dan dalam perang hibrida ini kita harus melindungi nilai-nilai kita, masyarakat kita dan anak-anak kita," kata Alexander Khinstein salah satu arsitek RUU tersebut, melansir Reuters 24 November.

parlemen rusia
Parlemen Rusia. (Wikimedia Commons/council.gov.ru)

Jaringan LGBT, yang menawarkan bantuan hukum, menyebut undang-undang tersebut sebagai upaya konyol untuk mempermalukan dan mendiskriminasi komunitas LGBT.

Di bawah undang-undang baru, setiap peristiwa atau tindakan yang dianggap sebagai upaya untuk mempromosikan homoseksualitas, termasuk online, film, buku, iklan, atau di depan umum, dapat dikenakan denda yang berat.

Denda akan mencapai 400.000 rubel (6.600 dolar AS) untuk individu dan hingga 5 juta rubel (82.100 dolar AS) untuk badan hukum.

Sementara untuk orang asing, dapat menghadapi 15 hari penjara dan pengusiran berikutnya dari negara tersebut.

TikTok, aplikasi berbagi video, didenda 3 juta rubel bulan lalu karena mempromosikan "video dengan tema LGBT". Sementara, regulator media Rusia meminta penerbit untuk menarik semua buku yang berisi "propaganda LGBT" dari penjualan.

Kemarin, Duma Negara Rusia menyetujui pembacaan kedua RUU yang melarang propaganda hubungan seksual non-tradisional, pedofilia, dan informasi yang dapat menyebabkan seseorang mencari operasi penggantian kelamin.

duma rusia
Duma Rusia. (Wikimedia Commons/FOTOBANK.ER)

Sekitar 400 legislator, di antaranya Ketua Duma Vyacheslav Volodin, termasuk di antara yang mendukung RUU tersebut. Ia menyebut RUU itu disetujui secara eksklusif untuk kepentingan Rusia.

"Kita harus melakukan segalanya untuk melindungi anak-anak kita dan mereka yang ingin menjalani kehidupan normal," tegasnya, dikutip dari TASS.

RUU itu memperkenalkan sanksi terpisah untuk orang asing dan mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan. Jika mereka menyebarkan propaganda LGBT di kalangan orang dewasa, denda akan berkisar antara 50.000 hingga 100.000 rubel (sekitar 850-1.650 dolar AS). Sementara propaganda yang menargetkan anak di bawah umur akan dikenakan denda mulai dari 100.000 hingga 200.000 rubel (sekitar 1.650-3.300 dolar AS).

Dalam kedua kasus tersebut, denda disertai dengan deportasi yang dapat didahului dengan penahanan hingga 15 hari.

Jika propaganda disebarluaskan oleh orang asing melalui media atau Internet, maka denda dapat mencapai hingga 100.000 atau 400.000 rubel (masing-masing sekitar 1.650 dan 6.600 dolar AS) tergantung pada usia penonton.

Diketahui, RUU tersebut perlu ditinjau oleh majelis tinggi parlemen dan ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin sebelum diberlakukan.