Bagikan:

JAKARTA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengkritik Amerika Serikat atas sikapnya mengenai ketegangan Turki-Yunani, dengan mengatakan Washington telah kehilangan ketidakberpihakannya dan tidak dapat menemukan sekutu seperti Ankara.

"AS tidak bertindak adil terhadap negara-negara anggota NATO. Baik Yunani dan Turki adalah negara anggota NATO, dengan Turki berada di lima besar dalam hal kontribusinya terhadap blok tersebut," ujarnya dalam wawancara dengan CNN Turk, seperti dilansir dari Daily Sabah 29 September.

Presiden Erdogan mengatakan, tidak ada perbandingan antara Turki dan posisi Yunani di NATO, dengan Washington tidak dapat menemukan sekutu lain seperti Ankara. Presiden Erdogan juga mengatakan tidak dapat diterima bagi AS, untuk mengirim kendaraan lapis baja ke pulau-pulau demiliterisasi.

"Harapan kami dari AS adalah, tidak melibatkan Yunani dalam perhitungan yang salah dan tidak membiarkan manipulasi opini publik internasional," tambahnya.

Kritik Presiden Erdogan datang, setelah Yunani mengirim kendaraan lapis baja yang disumbangkan oleh AS ke pulau Lesbos dan Samos.

Diketahui, Turki telah mengeluhkan tindakan provokatif dan retorika berulang oleh Yunani di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir, termasuk mempersenjatai pulau-pulau di dekat pantai Turki yang didemiliterisasi di bawah perjanjian, mengatakan langkah-langkah seperti itu menggagalkan upaya itikad baik untuk perdamaian.

Turki dan Yunani berselisih atas sejumlah masalah, termasuk klaim yang bersaing atas yurisdiksi di Mediterania Timur, klaim yang tumpang tindih atas landas kontinen mereka, batas laut, wilayah udara, energi, pulau Siprus yang terpecah secara etnis, status pulau-pulau di Kepulauan Siprus, Laut Aegea dan migran.