Tegas Soal Jet Tempur F-16, Menteri Pertahanan Akar: Jika Sikap AS Negatif, Turki Cari Alternatif Lain
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. (Wikimedia Commons/VOA)

Bagikan:

JAKARTA - Turki harus mempertimbangkan alternatif lain untuk memastikan keamanannya, jika terjadi pendekatan negatif oleh Amerika Serikat (AS) pada kesepakatan untuk jet tempur F-16, kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar.

Pembicaraan sedang berlangsung, kata Akar, dengan delegasi dari Kementerian Pertahanan saat ini berada di Amerika Serikat untuk mengadakan pembicaraan mengenai permintaan Turki untuk membeli 40 F-16 dan hampir 80 kit modernisasi sebagai imbalan atas pembayaran yang telah dialokasikan Ankara untuk program jet tempur F-35.

"Kontak kami terus membahas masalah ini dan masalah serupa, dan delegasi dari kementerian kami saat ini berada di AS," kata Akar kepada Komite Perencanaan dan Anggaran Parlemen di Ibu Kota Ankara, mengutip Daily Sabah 16 November

"Jika sikap Amerika Serikat negatif, Turki tentu dan secara alami harus mengevaluasi alternatif lain untuk memastikan keamanannya di lingkungan ancaman di mana ia berada," tegas Akar,

Diberitakan sebelumnya, Turki telah membayar 1,4 miliar dolar AS untuk jet termpur F-35, sebelum Washington mengeluarkannya dari program pada tahun 2019 karena pembelian sistem pertahanan rudal udara S-400 buatan Rusia setelah upayanya untuk memperoleh rudal Patriot buatan AS ditolak.

Ankara menuntut penggantian untuk pembayarannya, mengatakan itu harus digunakan untuk membiayai beberapa permintaannya untuk membeli F-16 dan kit modernisasi. Namun, setiap penjualan militer harus disetujui oleh Kongres AS, yang dikenal dengan sikap anti-Turki yang telah berulang kali merusak hubungan bilateral.

Sebelumnya, dalam pertemuan di sela-sela KTT G-20 di Roma lalu, Presiden Recep Tayyip Erdo─čan mengatakan telah meminta Presiden Joe Biden untuk mendapatkan dukungan, agar anggota parlemen AS mendukung penjualan tersebut.

Presiden Erdogan mengatakan, dia telah melihat pendekatan positif dari Presiden Biden atas permintaan Turki.

"Sementara saya melihat pendekatan positif Presiden Biden tentang masalah ini, aspek lain dari masalah ini adalah Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat," sebut Presiden Erdogan.

Washington dapat mendekati masalah ini secara positif, ujar Akar, menambahkan "Namun, kami mengikuti perkembangan (tentang masalah ini), karena prosesnya akan tunduk pada persetujuan kongres."

Jika kesepakatan tentang jet tempur F-16 gagal, Ankara masih siap mempertimbangkan untuk membeli jet tempur Su-35 dan Su-57 buatan Rusia, kata para pejabat.

Akar menegaskan kembali, kedua sekutu NATO telah sepakat untuk mengadakan pertemuan di Washington pada periode mendatang yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan mengenai jet tempur F-35.

Pertemuan baru akan mengikuti putaran pembicaraan di Ankara pada akhir Oktober, ketika perwakilan dari Kementerian Pertahanan Turki dan AS berkumpul untuk membahas masalah keuangan.

Diskusi diadakan "untuk penyelesaian sengketa untuk mengatasi masalah yang tersisa akibat penghapusan Turki dari program F-35, yang diselesaikan pada 23 September," terang Pentagon.