JAKARTA - Otoritas Amerika Serikat mendeteksi adanya lonjakan penyelundupan senjata ke Haiti dan kawasan Karibia dalam beberapa bulan terakhir, kata para pejabat Hari Rabu.
Peningkatan itu diduga memicu kekerasan yang yang merajalela di Haiti, serta meningkatkan kejahatan di wilayah tersebut.
Pengumuman tersebut menyusul pecahnya beberapa kekerasan geng berdarah di Haiti yang mencakup bentrokan senjata di pusat kota Port-au-Prince. Sementara, negara-negara seperti Bahama dan Jamaika melaporkan meningkatnya insiden pembunuhan terkait senjata.
"Kami tidak hanya melihat peningkatan yang mencolok dalam jumlah senjata, tetapi peningkatan serius dalam kaliber dan jenis senjata api yang diperdagangkan secara ilegal," kata Anthony Salisbury, Agen Khusus yang Bertanggung Jawab atas Investigasi Keamanan Dalam Negeri Miami, melansir Reuters 18 Agustus.
"Kami telah meningkatkan upaya untuk membendung aliran senjata terlarang ke Haiti dan Karibia," sambungnya, diapit oleh pejabat dari lembaga lain termasuk Penjaga Pantai serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan.
Sejumlah senjata yang diduga akan dikirim ke Haiti dan berhasil diamankan antara lain, senjata tangan dan berbagai senjata semi-otomatis, yang salah satunya diidentifikasi oleh pejabat sebagai senapan runduk.
Diketahui, ekspor senjata legal dari Amerika Serikat memerlukan lisensi dari otoritas Negeri Paman Sam. Sementara, Haiti masih tunduk pada embargo senjata tahun 1990-an, yang telah diubah untuk memungkinkan beberapa pengecualian guna ekspor senjata ke pasukan keamanan Haiti.
Senjata sering diperoleh di Amerika Serikat melalui 'straw buyer'. Beberapa di antaranya mengidentifikasi diri mereka sebagai pengguna akhir senjata, tetapi kemudian mengekspornya secara ilegal.
BACA JUGA:
Serangkaian skandal perdagangan senjata baru-baru ini di Haiti, termasuk penemuan senjata bulan lalu di sebuah kontainer pengiriman berlabel sumbangan gereja, memicu kemarahan atas aliran senjata yang terus-menerus.
Polisi Haiti pada Rabu mengamankan seorang imam dari gereja Haiti, sebagai bagian dari penyelidikan penyitaan senjata Bulan Juli, kata seorang juru bicara polisi kepada Reuters. Samuel Madistin, seorang pengacara yang mewakili gereja, menolak berkomentar.