Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Haiti memuji pembukaan kembali Bandara Internasional Toussaint Louverture di ibu kota. Pemerintah menyebutnya sebagai "titik balik" bagi perekonomian, setelah bandara tersebut ditutup karena meningkatnya kekerasan geng.

Dilansir Reuters, pengumuman dari otoritas penerbangan Haiti dirilis Rabu, 11 Desember. Bandara kembali beroperasi normal, namun tidak jelas kapan penerbangan komersial pertama akan dilanjutkan karena larangan regulator AS terhadap penerbangan.

Kekerasan geng yang mengamuk memberikan dampak yang sangat buruk di ibu kota, memperburuk krisis sosial dan politik yang berkepanjangan di negara kepulauan Karibia tersebut..

Sebelumnya terjadi penembakan terhadap pesawat komersial pada November yang memicu maskapai penerbangan untuk menunda penerbangan.

Keamanan bandara telah ditingkatkan dengan mencakup patroli baru dan pos pemeriksaan di sekitar fasilitas tersebut melalui koordinasi dengan polisi nasional, tentara, serta pasukan internasional kecil pimpinan Kenya yang didukung oleh Haiti. Persatuan negara-negara.

“Keputusan ini merupakan bagian dari pendekatan strategis yang bertujuan memulihkan lingkungan yang aman dan meluncurkan kembali kegiatan ekonomi,” menurut pernyataan pemerintah.