Bagikan:

JAKARTA - Perlakuan buruk militer Israel (IDF) dan Menteri Keamanan Nasionalnya, Itamar Ben Gvir, terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) mengundang kecaman dunia, termasuk dari warga dan pejabat Israel.

Sekutu dan lawan politik Ben Gvir di Israel menuduh politikus keras sayap kanan itu merusak reputasi negaranya.

Meski demikian, sebagian besar dari mereka mengabaikan aksi penyiksaan bersama ulah Ben Gvir yang terlihat dalam rekaman video beredar luas di media sosial tersebut.

Middleeasteye pada Kamis 21 Mei melaporkan, umumnya kritik dari warga dan pejabat Israel fokus pada kekhawatiran bahwa perilaku Ben Gvir yang beredar di media sosial akan merusak citra dan reputasi negara itu di luar negeri.

Adapun Menteri Israel Ben Gvir yang kerap bertindak arogan terhadap aktivis pro Palestina mengunggah video pada Rabu 20 Mei yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla dari banyak negara diperlakukan buruk saat ditangkap militer Israel.

Para aktivis itu ditangkap di tengah perairan ketika menjalankan misi kemanusiaan berlayar dengan banyak kapal membawa bantuan makanan dan obat-obatan menuju Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan akibat militerisme Israel.

Dalam rekaman itu, Ben Gvir yang tampak mengibarkan bendera Israel mengejek dan menuduh teroris aktivis dari Armada Kapal Global Sumud saat mereka diperlakukan kasar dan dipaksa berlutut menghadap tanah oleh petugas militer dari Layanan Penjara Israel (IPS).

Beberapa pemimpin dunia, termasuk pejabat negara-negara yang warganya ditahan oleh Israel, kemudian mengecam aksi kesewenang-wenangan Ben Gvir.

Setelah dihujani kritik internasional, aksi Ben Gvir ditangapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis armada kapal tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel," ujar Netanyahu.