Bagikan:

JAKARTA - Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir kembali berdoa di Kompleks Masjid Al-Aqsa meski ada larangan pada Hari Rabu, mendoakan kemenangan pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam video di sudut salah satu lokasi paling sensitif di Timur Tengah, Ben-Gvir mengatakan dua tahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza, Israel "menang" di kompleks Yerusalem yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount dan oleh umat Muslim sebagai Haram al-Sharif atau Tempat Suci yang Mulia.

Video kedua menunjukkan dirinya berdoa di kompleks tersebut, melanggar ketentuan yang telah berlaku selama puluhan tahun yang hanya mengizinkan umat Muslim beribadah di lokasi tersebut.

"Setiap rumah di Gaza memiliki gambar Temple Mount, dan hari ini, dua tahun kemudian, kami menang di Temple Mount. Kami adalah pemilik Temple Mount," kata Ben-Gvir dalam video yang dirilis oleh partainya, Jewish Power, melansir Reuters 8 Oktober.

"Saya hanya berdoa agar Perdana Menteri kami juga mengizinkan kemenangan penuh di Gaza – untuk menghancurkan Hamas, dengan pertolongan Tuhan kami akan memulangkan para sandera, dan kami akan meraih kemenangan penuh," lanjut Ben-Gvir.

Pernyataannya dirilis saat Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, sedang terlibat dalam negosiasi tidak langsung di Mesir untuk membebaskan semua sandera Israel yang tersisa di Gaza dan mengakhiri perang di sana.

Ben-Gvir, yang dikenal sebagai seorang garis keras jauh sebelum membantu Netanyahu membentuk pemerintahan koalisi paling kanan dalam sejarah Israel, memimpin partai Jewish Power yang pro-pemukim dan nasionalis-religius.

Ia sebelumnya mengancam akan mundur dari Pemerintahan PM Netanyahu kecuali Hamas dihancurkan sepenuhnya.

Kompleks Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam dan yang paling suci dalam Yudaisme. Di bawah perjanjian "status quo" yang telah berlangsung puluhan tahun dengan otoritas Muslim, kompleks Al-Aqsa dikelola oleh sebuah yayasan keagamaan Yordania dan orang Yahudi dapat berkunjung, tetapi tidak boleh berdoa di sana.

Ben-Gvir sebelumnya telah menentang aturan-aturan tersebut. Agustus lalu dia berdoa di sana, tepatnya pada Tisha B'av, mendorong PM Netanyahu untuk mengeluarkan pernyataan yang menyatakan Israel berkomitmen pada status quo di Kompleks Al-Aqsa.