Bagikan:

JAKARTA - Menteri Keamanan Nasional Israel yang berideologi sayap kanan, Itamar Ben Gvir, menantang langsung dalam kunjungan menemui narapidana Palestina paling terkemuka yang ditahan Israel, Marwan Barghouti.

Hal itu terungkap dalam rekaman video yang diunggah Ben Gvir di akun X-nya. Unggahan itu memperlihatkan sang menteri dan dua orang lainnya, termasuk sipir penjara, mengerumuni Barghouti yang berada di sudut selnya.

Barghouti diketahui merupakan anggota terkemuka Partai Fatah Palestina, telah menjalani hukuman penjara selama lebih dari 20 tahun setelah dituding terlibat serangan anti-Israel di awal 2000-an.

“Kalian tidak akan mengalahkan kami. Siapa pun yang menyakiti rakyat Israel, siapa pun yang membunuh anak-anak, siapa pun yang membunuh perempuan... kami akan menghapus mereka,” kata Ben Gvir memakai bahasa Ibrani dalam video yang diunggahnya di X, dikutip dari AFP, Jumat 15 Agustus.

Barghouti mencoba membalas perkataan tersebut. Namun, Ben Gvir tetap ingin mendominasi percakapannya dengan terus berbicara di depan sosok yang ditahan Israel selama 2 dasawarsa tersebut.

Dalam unggahan Ben Gvir itu, tidak diketahui di mana Barghouti ditahan.

Dihubungi oleh AFP, sumber yang dekat dengan Ben Gvir mengatakan pertemuan itu terjadi "secara kebetulan" di Penjara Ganot, Israel selatan. Kala itu, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir sedang melakukan inspeksi mendadak.

Meski demikian, sumber itu enggan menyebutkan kapan video itu direkam.

"Pagi ini saya membaca bahwa beberapa 'pejabat senior' di Otoritas Palestina tidak begitu menyukai apa yang saya katakan kepada teroris ulung Marwan Barghouti – semoga namanya dihapus," kata Ben Gvir dalam unggahan yang menyertai video tersebut pada Jumat pagi ini.

Barghouti, yang kini berusia 60-an tahun, ditangkap pada tahun 2002 oleh Israel dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 2004 atas tuduhan pembunuhan.

Israel mengklaim Barghouti sebagai "teroris" dan menghukumnya atas perannya dalam intifada kedua, atau pemberontakan, dari tahun 2000-2005.

Barghouti sering menduduki puncak jajak pendapat para pemimpin Palestina populer dan terkadang digambarkan oleh para pendukungnya sebagai "Mandela-nya Palestina".

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Palestina, Wafa, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Otoritas Palestina mengecam tindakan Ben Gvir mengunggah video tersebut, termasuk sikap provokasi yang terdapat dalam rekaman video.

Kemenlu Otoritas Palestina menilai "terorisme negara yang terorganisir" sedang melakukan konfrontasi.