Bagikan:

JAKARTA - Kasus infeksi hantavirus jarang terjadi di Belarus,dengan rata-rata sekitar 50 orang setiap tahun dirawat di rumah sakit akibat demam berdarah dengan sindrom ginjal atau HemorrhagicFeverwith RenalSyndrome (HFRS) yang disebabkan virus tersebut.

Fakta itu berdasarkan data layanan medis Departemen Keuangan dan Logistik di Direktorat Regional Gomel Kementerian Dalam Negeri Belarus.

“Infeksi hantavirus di Republik Belarus, terdeteksi sebagai kasus terisolasi setiap tahun, dengan rata-rata sekitar 50 orang per tahun dirawat di rumah sakit disertai HFRS," menurut pernyataan kementerian tersebut dilansir ANTARA, Jumat, 15 Mei.

Disebutkan dalam pernyataan itu,sebagian besar infkesihantavirus tidak ditularkan ke sesama manusia. Infeksi virus itu pada manusia berasal dari hewan pengerat, dengan kasus paling parah akibat menghirup debu yang mengandung kotoran hewan pengerat.

Para spesialis medis juga meyakini penyebaran infeksi lebih lanjut di luar kapal pesiar sangat tidak mungkin. Hal itu utamanyakarena semua penumpang telah diisolasi di fasilitas medis khusus dan akan tetap di karantina hingga 45 hari ke depan.

Namun demikian, mereka tidak mengesampingkan kemungkinan kasus baru terdeteksi di antara penumpang yang saat ini sedang menjalani karantina.

Wabah hantavirus mematikan terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius,yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde, dengan tiga orang dilaporkan meninggal. Kapal pesiar itu tiba di lepas pantai Kepulauan Canary pada 9 Mei dan para penumpangnya langsungdievakuasi.

Pada Selasa (12/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 11 kasus hantavirus di kapal tersebut, dengan sembilan di antaranya dikonfirmasi sebagai virus Andes.