Bagikan:

JAKARTA - Tawaran kerja pengasuh di Amerika Serikat lewat Facebook berujung penutupan agen perjalanan di Filipina. Mengutip Philippine News Agency (PNA), Jumat, 15 Mei, Departemen Pekerja Migran Filipina menutup State 101 Travel Visa Consultancy di Kota Pasig karena diduga merekrut pekerja secara ilegal.

Agen itu menawarkan pekerjaan pengasuh di AS dengan gaji 1.800 dolar AS per bulan. Pelamar juga dijanjikan tempat tinggal dan makanan gratis. Namun, jalur yang dipakai bukan visa kerja, melainkan visa turis.

Wakil Menteri Pekerja Migran Bernard Olalia mengatakan perintah penutupan diterbitkan setelah pengawasan menemukan kegiatan perekrutan dan pemungutan biaya tinggi dari pencari kerja.

Menurut Olalia, DMW menerima sejumlah aduan dari korban. Mereka mengaku diminta membayar 90.000 hingga 150.000 peso Filipina untuk proses keberangkatan.

“Kami bersama empat korban, dan salah satu dari mereka akan berbicara untuk menceritakan bagaimana ia ditipu oleh agen yang kami tutup hari ini,” kata Olalia dikutip PNA.

Salah satu korban, seorang ibu tunggal dari Zamboanga del Norte, mengaku tertarik setelah melihat iklan di Facebook. Iklan itu menawarkan pekerjaan pengasuh di Amerika dengan makanan, akomodasi, dan tunjangan.

Pada April 2025, ia diundang mengikuti orientasi. Perekrut menunjukkan panggilan video yang disebut sebagai tempat tinggal dan fasilitas kerja di AS.

“Saya diberi tahu bahwa kami akan menerima gaji 1.800 dolar AS,” kata perempuan itu.

Ia lalu diminta membayar biaya pemrosesan 100.000 peso Filipina. Ada potongan 10.000 peso jika uang dibayar dalam dua hari. Korban akhirnya meminjam uang dari saudaranya dan mengirim pembayaran lewat Cebuana Lhuillier.

Belakangan, ia baru tahu dokumennya diproses untuk visa turis, bukan visa kerja. Pada Desember 2025, permohonan visanya ditolak saat wawancara di Kedutaan Besar AS.

Asisten Menteri DMW Jerome Pampolina mengatakan para korban membayar 75.000 hingga 90.000 peso Filipina. Sebagian bahkan disebut bisa dikenai biaya sampai 150.000 peso.

“Mereka merekrut tanpa lisensi dari Departemen Pekerja Migran. Itu saja sudah pelanggaran,” kata Pampolina dikutip PNA.

Olalia mengatakan State 101 memang memiliki izin usaha sebagai agen perjalanan. Perusahaan itu punya izin BIR dan DTI. Namun izin usaha perjalanan tidak sama dengan izin merekrut pekerja migran.

“Secara usaha, mereka sah. Namun mereka menjadi perekrut ilegal karena merekrut, mempekerjakan, dan menempatkan pekerja tanpa lisensi dari DMW,” kata Olalia.

DMW menyebut agen itu memakai iklan Facebook untuk menarik calon pekerja dari berbagai daerah, termasuk Zamboanga del Norte, Laguna, dan Manila.

Olalia memperingatkan warga Filipina agar tidak masuk ke AS dengan visa turis untuk mencari kerja karena dapat menghadapi risiko serius dan eksploitasi.

DMW kini menyiapkan dakwaan perekrutan ilegal berskala besar dan estafa tersindikasi terhadap pemilik serta pegawai perusahaan. Estafa adalah tindak penipuan dalam hukum Filipina.

Olalia juga meminta calon pekerja luar negeri memeriksa setiap tawaran kerja ke DMW. Ia mengingatkan agar warga tidak hanya percaya pada iklan di Facebook, TikTok, atau aplikasi pesan karena jalur seperti itu kerap dipakai perekrut ilegal.