Bagikan:

JAKARTA - Belanda melarang dua menteri sayap kanan Israel masuk negaranya. Kebijakan itu merupakan tanggapan terbaru Eropa terhadap situasi di Gaza yang memburuk dengan cepat. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda Caspar Veldkamp mengatakan langkah-langkah lain terhadap pejabat Israel pendukung kehancuran dan kematian di Gaza terdapat dalam surat resmi yang dilayangkan ke parlemen negara di Eropa Barat tersebut. 

"Perang di Gaza harus dihentikan," kata Veldkamp, Selasa 29 Juli, dikutip dari AP.

Larangan Belanda tersebut menargetkan Menteri Keamanan Nasional garis keras Israel, Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. 

Keduanya mitra kunci dalam koalisi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Keduanya tokoh sayap kanan Israel adalah pendukung gerakan permukiman ilegal Israel yang menganeksasi kawasan Palestina khususnya Tepi Barat.

Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich juga tercatat keras mendukung kelanjutan perang di Gaza dengan memfasilitasi apa yang mereka sebut emigrasi sukarela penduduk Palestina dan pembangunan permukiman Yahudi di sana.

Tak hanya Belanda, sanksi juga dijatuhkan Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia terhadap dua tokoh Israel itu berupa sanksi keuangan pada Juni 2025.