JAKARTA - Mantan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mendesak Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk membentuk pemerintahan persatuan bersama oposisi dalam upaya membantu membebaskan para sandera yang ditawan di Gaza sekaligus merebut kepercayaan warganya.
Pemerintahan koalisi Netanyahu cenderung mengikuti sikap kelompok politik sayap kanan Israel yang keras menentang diakhirinya perang dan kesepakatan apa pun dengan kelompok kemerdekaan Palestina, Hamas.
Gantz, saingan Netanyahu yang tetap merapat dengan Pemerintahan Israel mengusulkan koalisi sementara yang akan mencegah partai-partai sayap kanan terlalu dalam terlibat dalam kebijakan sehingga kesepakatan pembebasan sandera tercapai.
“Saya di sini mewakili para sandera yang tak bersuara. Saya di sini untuk para tentara yang berteriak, dan yang tak seorang pun di pemerintahan ini dengarkan,” kata Gantz dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Sabtu waktu setempat, dikutip dari AFP.
"Tugas negara kita pertama-tama, dan terutama adalah menyelamatkan nyawa orang Yahudi, dan seluruh warga negara," tambah Gantz.
Dia pun meminta rekan-rekan pemimpin partai oposisi, Yair Lapid dan Avigdor Lieberman, mempertimbangkan tawaran tersebut.
Baik pemimpin oposisi, Lapid maupun Lieberman, sebelumnya menolak bergabung dengan Pemerintahan Israel yang dipimpin Netanyahu.
Koalisi Pemerintahan Netanyahu menghadapi risiko tinggi kehilangan kepercayaan publik setelah reses parlemen berakhir musim panas ini.
Risiko itu muncul setelah partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks Israel berpotensi menarik dukungan dari Pemerintah Netanyahu. Partai-partai itu tidak setuju atas undang-undang yang mengupayakan wajib militer bagi para mahasiswa seminari agama.
Jika usul Gantz ini disetujui, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, seorang anggota sayap kanan dari koalisi berkuasa Netanyahu, kemungkinan akan tersingkir.
"Para pemilih sayap kanan memilih kebijakan sayap kanan — bukan kebijakan Gantz, bukan pemerintahan sentris, bukan kesepakatan penyerahan diri dengan Hamas, tetapi ya untuk kemenangan mutlak," kata Ben Gvir menolak keras usul Gantz dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA:
Pemerintah Netanyahu terus menghadapi tekanan dari masyarakatnya agar mengakhiri perang di Gaza. Tekanan publik itu diikuti dengan munculnya demonstrasi menuntut kesepakatan pembebasan para sandera.
Dari 251 orang yang disandera selama Israel melakukan invasi darat ke Palestina pada akhir 2023, sebanyak 49 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 27 orang yang menurut militer Israel telah tewas.
Demonstrasi di Israel semakin intensif sejak kabinet keamanan Netanyahu menyetujui rencana untuk memperluas serangan di Gaza dan merebut kota terbesar di wilayah Palestina tersebut.