JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan 31 kapal melintasi Selat Hormuz selama 24 jam terakhir.
"Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya," kata Angkatan Laut IRGC dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita Tasnim, Iran, Kamis 21 Mei waktu setempat.
IRGC menyebutkan, puluhan kapal itu melewati rute distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak bumi dan energi global atas koordinasi dan pengamanan Angkatan Laut IRGC.
Sebelumnya, dikutip dari Al Jazeera, Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA) menerbitkan peta baru Selat Hormuz di akun X-nya pada Rabu 20 Mei.
Penerbitan peta itu menandai zona maritim terkontrol yang tidak dapat dilalui kapal tanpa izinnya.
Otoritas tersebut mengatakan zona tersebut membentang dari Kuh-e Mubarak di Iran hingga selatan Fujairah, di Uni Emirat Arab, di pintu masuk timur selat, dan dari ujung Pulau Qeshm hingga Umm al-Quwain di pintu masuk barat.