Bagikan:

JAKARTA - Iran memperkenalkan mekanisme baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan mewajibkan izin otoritas setempat, demikian laporan Press TV yang dilansir Antara, Selasa.

Kapal yang hendak melintas akan menerima email dari Persian Gulf Strait Authority (PGSA) berisi aturan transit, sebelum mengajukan izin resmi.

Setelah itu, kapal wajib memperoleh persetujuan PGSA untuk dapat melewati jalur strategis tersebut.

Bantahan Iran

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan seluruh pergerakan kapal sipil dan komersial di Selat Hormuz harus mengikuti rute yang ditetapkan.

IRGC menambahkan bahwa pergerakan tersebut juga harus dikoordinasikan dengan pemerintah Iran.

Sebelumnya Iran membantah melakukan serangan ke Uni Emirat Arab. Iran tidak melakukan operasi rudal ataudroneterhadap Uni Emirat Arab (UEA), kata juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari.

"Angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal ataudronedalam beberapa hari terakhir.," kata Zolfaghari seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Selasa (5/5).

"Jika kami melakukannya, kami pasti sudah mengumumkannya," katanya, menambahkan.

Ia mengatakan pihaknya membantah klaim Kementerian Pertahanan UEA terkait dugaan serangan Iran.

Zolfaghari menambahkan bahwa Iran akan memberikan respons keras jika ada tindakan terhadap negara itu yang dilakukan dari wilayah UEA.