Musabab Sony Blokir PlayStation Store di China
Ilustrasi foto PS4 (Fabian Albert/Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Penyedia layanan gim konsol, Sony dikabarkan telah memblokir akses PlayStation Store di China dalam waktu yang belum ditentukan. Masalah keamanan yang cukup merugikan perusahaan multinasional itu disebut-sebut jadi penyebab.

Melansir Reuters, Senin, 11 Mei, Sony mengungkap penutupan tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut, termasuk sampai kapan penutupan berlangsung. Pengumuman itu disampaikan lewat akun media sosial Weibo.

Meski terkesan mendadak, namun, di media sosial kabar menyoal sistem keamanan Sony yang rentan tersebut ramai diperbincangkan. Salah satu pengguna PlayStation di China telah menemukan celah untuk mengakses versi toko non-China untuk mengunduh gim yang belum disetujui oleh regulator negara tersebut.

Diketahui, China merupakan negara yang memiliki aturan ketat menyoal konten apapun yang dimiliki produsen selain warga negara mereka. Sampai konsol gim sepenuhnya dilarang di Tiongkok karena keprihatinan pemerintah China yang otoriter tentang kekhawatiran bahwa permainan kekerasan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental anak muda.

Mereka menjadikan larangan itu sebagai alasan yang bertujuan untuk mengekang kecanduan gim pada anak muda juga. Peraturan itu dicabut pada 2015. Tapi, pemerintah China masih memegang teguh upaya industri untuk memasuki pasar negara yang menguntungkan.

PlayStation sendiri memasuki pasar China sejak 2015 lalu. Namun, para pengguna PlayStation di China hanya diperbolehkan memiliki koleksi gim yang sangat terbatas, dengan hanya 13 judul gim baru yang ditambahkan tahun lalu.

Hal serupa juga dialami oleh Nintendo Switch yang hanya diberi tiga koleksi gim resmi sejak diluncurkan dalam kemitraannya dengan Tencent --perusahaan teknologi raksasa asal China-- pada Desember lalu. Mengingat peraturan negara yang begitu ketat, penggemar Nintendo di China menemukan cara untuk mengakses gim populer yang tidak berlisensi, termasuk gim populer Animal Crossing: New Horizon.