Bagikan:

JAKARTA – Platform X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, sulit diakses oleh para penggunanya pada Senin, 10 Maret sekitar pukul 16.40 WIB. Di Indonesia pun, masalah ini masih muncul hingga pukul 21.00 WIB.

Banyak pengaduan yang muncul mengenai X yang tidak bisa diakses dan pengguna tidak bisa membuat postingan. Menurut data Downdetector, eror pada aplikasi X menyebabkan timeline tidak bisa diperbarui dan pengguna terjebak dalam siklus pemuatan. 

Elon Musk, pemilik platform tersebut, jarang memberikan komentar saat platformnya mengalami masalah dan sulit diakses. Namun, kali ini Musk angkat bicara dan mengatakan bahwa platformnya dilanda serangan siber besar-besaran. 

"Ada (masih) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kita diserang setiap hari, tetapi ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Baik kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau suatu negara terlibat," tulis Musk di akun pribadinya pada Selasa, 11 Maret. 

Ketika ada seseorang yang mengatakan bahwa kelompok siber ini ingin membungkam Musk dan platformnya, Musk dengan yakin menjawab 'Ya'. Musk juga memberikan pernyataan yang sama kepada Fox Business melalui sebuah wawancara. 

Musk mengatakan bahwa platformnya memang diserang dan saat ini X masih mencari tahu alasan di balik penyerangan tersebut. Miliarder itu pun mengatakan bahwa pihaknya berhasil melacak alamat IP penyerang dan diketahui bahwa serangan siber ini berasal dari Ukraina. 

"Kami tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ada serangan siber besar-besaran untuk mencoba melumpuhkan sistem X dengan alamat IP yang berasal dari wilayah Ukraina," kata Musk dalam wawancara tersebut.

Saat ini, X sudah pulih total dan para pengguna sudah bisa melihat postingan terbaru, bertukar pesan, atau mengunggah postingan. Jika aplikasi Anda masih mengalami masalah, coba untuk menghapus dan mengunduh kembali aplikasinya.