JAKARTA - Negosiator Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman (MoU) selama 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata dan memulai negosiasi tentang program nuklir Iran, tetapi Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhirnya, demikian menurut dua pejabat AS dan sebuah sumber regional yang terlibat dalam upaya mediasi kepada Axios.
Penandatanganan MOU tersebut akan menjadi terobosan diplomatik paling signifikan sejak perang dimulai, tetapi kesepakatan akhir yang membahas tuntutan nuklir Trump masih memerlukan negosiasi intensif lebih lanjut.
"Ini adalah kesepakatan untuk membawa semua pihak ke meja perundingan. Kita akan membahas detailnya dalam negosiasi," kata salah satu pejabat AS, melansir Axios (28/5).
Konflik terbaru pecah di Timur Tengah seiring dengan serangan AS dan Israel terhadap Tehran dan sejumlah kota lainnya, menewaskan warga sipil, sejumlah pejabat senior hingga mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.
Iran membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah infrastruktur terkait AS di negara tetangga Timur Tengah.
Iran juga memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz yang dilalui seperlima lalu lintas minyak dan gas global setiap harinya.
BACA JUGA:
Belakangan, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan mediasi Pakistan pada 8 April.
Kendati pertemuan delegasi kedua negara pada 11 April di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata pertama berakhir.