Bagikan:

JAKARTA - Israel pada Hari Rabu menyatakan semua wilayah di selatan Sungai Zahrani Lebanon yang membentang sekitar 40 kilometer (25 mil) dari perbatasan, sebagai "zona pertempuran" dan mendesak penduduk untuk mengungsi menjelang serangan terhadap Hizbullah.

Peringatan menyeluruh pertama sejak gencatan senjata 17 April ini muncul ketika militer Israel melancarkan serangan besar-besaran di selatan dan timur negara itu, dan ketika Hizbullah mengatakan para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di luar "Garis Kuning" yang dinyatakan Israel di selatan.

Hal ini juga terjadi ketika banyak warga Lebanon mencoba merayakan Hari Raya Iduladha.

Israel pekan ini berjanji untuk mengintensifkan operasi di Lebanon dan mengatakan pihaknya memperluas operasi darat di sana, sebuah langkah yang dilakukan menjelang pembicaraan pada hari Jumat antara delegasi militer Lebanon dan Israel di Pentagon dan putaran negosiasi langsung baru pekan depan yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan.

"Kami menyarankan warga Lebanon selatan untuk mengungsi ke utara Sungai Zahrani, karena semua wilayah di selatan sungai dianggap sebagai zona pertempuran," kata militer Israel di media sosial, memperingatkan bmereka akan "bertindak dengan kekuatan besar" melawan Hizbullah, melansir Al Arabiya dari AFP (28/5).

Sebelumnya, Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk kota Nabatieh di selatan, serta sebagian besar kota pesisir Tyre dan daerah sekitarnya.

Seorang koresponden AFP mengatakan, warga dari daerah Tyre yang terancam telah berkumpul di bagian kota yang tidak tercakup dalam peringatan tersebut. Namun, pihak berwenang memperingatkan bahwa tempat penampungan sudah penuh dan mendesak orang-orang untuk menuju Beirut sebagai gantinya.

Kantor Berita Nasional (NNA) yang dikelola negara kemudian melaporkan serangan di Tyre dan sekitarnya, sementara tentara Israel mengatakan mereka menyerang “pusat komando Hizbullah.”

NNA juga melaporkan serangan Israel di tempat lain di selatan negara itu dan di lembah Bekaa timur, dengan militer Israel mengatakan mereka menyerang "situs infrastruktur Hizbullah."

Sementara itu, Hizbullah yang didukung Iran mengatakan para pejuangnya "berbentrok dengan pasukan musuh dari jarak dekat" di Kota Zawtar al-Sharqiyah, tepat di luar "Garis Kuning" yang dideklarasikan Israel di Lebanon selatan tempat pasukan mereka beroperasi.

Kota ini berlokasi strategis hanya enam kilometer (empat mil) dari Nabatieh.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan pada Hari Selasa, tentara telah mulai beroperasi di luar "Garis Kuning," yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Hari Rabu mengumumkan jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak perang meletus pada 2 Maret menjadi 3.269, bertambah 56 dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang menyaksikan serangan besar-besaran Israel.

Di lokasi serangan di Burj al-Shemali, Lebanon selatan, seorang koresponden AFP melihat para penyelamat membawa kantong mayat dari reruntuhan, yang dipenuhi barang-barang termasuk karpet dan bantal.

NNA, mengutip pernyataan wali kota mengatakan 15 orang tewas dalam serangan hari Selasa.

Setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah dengan serangan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Israel telah berulang kali menyerang lembah Bekaa timur Lebanon dan memperingatkan penduduk untuk mengungsi.

Serangan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan fokus pada Kota Mashghara di Bekaa Barat.

Wali Kota Iskandar Barakeh menyatakan kekhawatiran wilayah Bekaa Barat akan menjadi lokasi konfrontasi lebih lanjut antara Israel dan Hizbullah.

Daerah ini menghubungkan Lebanon selatan dengan benteng Hizbullah di Bekaa utara dan merupakan jalur pasokan utama bagi kelompok tersebut.

Pakar militer Lebanon, Hassan Jouni, mengatakan kepada AFP, Bekaa Barat "adalah koridor yang diperlukan bagi anggota Hizbullah jika mereka ingin bergerak antara Bekaa dan selatan" dan dapat menjadi fokus serangan Israel lebih lanjut.

Ia mengatakan operasi Israel mungkin akan segera meluas untuk "menargetkan Bekaa utara secara intensif atau bahkan pinggiran selatan Beirut," kedua daerah yang relatif terhindar dari serangan sejak gencatan senjata.