Bagikan:

JAKARTA - Belanda akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Laut Mediterania sebagai bagian dari operasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk memungkinkan pengerahan cepat ke Selat Hormuz, jika misi di sana disepakati setelah perang Iran berakhir, kata para menteri pada Hari Rabu dalam surat kepada parlemen.

Kapal penyapu ranjau, yang berangkat minggu ini, akan dapat berkontribusi pada kelompok penanggulangan ranjau NATO mulai pertengahan Juni, kata surat dari Menteri Pertahanan Dilan Yesligoz dan Menteri Luar Negeri Tom Berendsen, melansir Al Arabiya dari Reuters (27/5).

Mereka mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk kemungkinan peran Belanda dalam memastikan jalur pelayaran yang aman di wilayah Teluk.

Sementara itu, Sekjen NATO Mark Rutte mengatakan beberapa negara sedang "mempersiapkan" dukungan logistik dan lainnya seperti kapal pemburu ranjau dan kapal penyapu ranjau di dekat Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan misi apa pun di selat tersebut, jalur air global yang penting untuk transportasi minyak dan gas.

Salah satu opsi bagi Belanda adalah mengerahkan tim gabungan untuk pencarian, penyelaman, dan penjinakan bahan peledak.

Surat itu juga menyebutkan Belanda sedang menilai apakah mereka dapat menyumbangkan kapasitas staf kepada koalisi internasional mana pun yang terlibat dalam misi tersebut.