Bagikan:

JAKARTA - Imam Masjid Nabawi Sheikh Ali Al-Hudhaifi mengimbau persatuan dan kedisiplinan saat menyampaikan khutbah Wukuf Arafah 1447 Hijriah di Masjid Namirah pada Hari Selasa.

Khutbah tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Makkah Pangeran Saud bin Mishaal, Mufti Besar Sheikh Saleh Al-Fawzan, Menteri Urusan Islam Sheikh Abdullatif Al-Alsheikh serta Kepala Presidensi Umum Urusan Agama pada Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Sheikh Abdurrahman As-Sudais.

Dalam khutbahnya, Sheikh Al-Hudhaifi menekankan Haji adalah rukun Islam yang mendasar yang berakar pada monoteisme absolut dan penyerahan diri kepada Allah SWT, melansir Arab News dari Saudi Press Agency (26/5).

Sheikh Al-Hudhaifi menggarisbawahi, Ibadah Haji berfungsi sebagai platform penting untuk saling mengenal, harmoni, kerja sama, dan persatuan di antara umat Muslim dari semua kebangsaan dan latar belakang.

wukuf arafah 2026
Khutbah Arafah 2026 di Masjid Namirah. (Sumber: SPA)

Ia mencatat, ibadah haji yang benar membutuhkan perilaku yang baik, ucapan yang jujur, dan menghindari dosa, perselisihan, dan slogan-slogan partisan atau politik.

Khutbah tersebut juga menyoroti pilar-pilar utama Islam, pentingnya takut kepada Allah SWT, dan hukum-hukum universal tentang dukungan Ilahi bagi orang-orang beriman.

Sheikh Al-Hudhaifi menguraikan langkah-langkah berurutan dari ritual Haji, mengingatkan para jemaah untuk menjaga ketenangan, menghindari kepadatan dan mengikuti peraturan pengelolaan kerumunan dengan ketat untuk melindungi keselamatan publik.

Sebagai penutup khutbah, beliau berdoa agar ritual para jemaah diterima, dunia Muslim bersatu, dan kepemimpinan Arab Saudi makmur dalam pengabdian mereka yang berkelanjutan kepada Dua Masjid Suci.

Setelah khutbah, para jemaah yang berkumpul melaksanakan Salat Zuhur dan Asar yang digabungkan dan dipersingkat.